Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Indeks Syariah Kembali Menguat.
Dream – Indeks syariah mencetak rekor tertingginya pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 28 Desember 2017. Meski sempat terpelesat di tengah perdagangan, laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melesat jelang penutupan.
Perdagangan saham syariah di lantai bursa juga tercatat lebih ramai dengan nilai transaksi yang meningkat meski secara volume mengalami penurunan. Namun aksi beli banyak dilakukan pemodal lokal mengingat asing malah berbalik melakukan aksi jual bersih.
Indeks ISSI tercatat ditutup menguat 0,766 poin (0,41%) ke level 188,052. Indeks acuan saham syariah di BEI ini dibuka menghijau di level 187,477 dan sempat menyentuh zona merah dengan level terendah di 186,616.
Pencatatan rekor baru sayangnya tak terjadi pada indeks saham bluechips syariah. Meski ditutup menguat, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) hanya sanggup bertengger di level 748,492 atau menanjak 2,675 poin (0,36%).
Transaksi perdagangan saham syariah sehari jelang penutupan perdagangan tahun 2017 ini terlihat lebih aktif. Dari 175,37 juta saham yang berpindah tangan, nilai transaksi mencapai Rp6,15 triliun.
Sayang peningkatan transaksi itu diwarnai aksi jual pemodal asing yang mencatat nett sell hingga Rp536 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak menguat. Indeks infrastruktur naik tertinggi sebesar 1,41 persen dan industri dasar 1,36 persen.
Sementara tiga indeks lainnya seperti industri aneka mengalami koreksi 1,01 persen, diikuti pertambangan 0,43 persen, dan perdagangan 0,09 persen.
Emiten-emiten JII top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp275, SMGR Rp200, TLKM Rp90, EXCL Rp80, dan TPIA Rp75.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ASII yang harga sahamnya turun Rp100, ICBP Rp100, SCMA Rp70, BRPT Rp50, dan LPPF Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs rupiah terhadap dolar AS naik 8 poin (0,06%) ke level Rp13.557 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah