Kementerian Perhubungan Cabut 6 Rute Penerbangan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 24 Mei 2015 12:23
Kementerian Perhubungan Cabut 6 Rute Penerbangan
Rute penerbangan mana sajakah yang dicabut?

Dream - Kementerian Perhubungan mencabut izin enam rute penerbangaan dari lima maskapai. Hal ini disebabkan oleh mereka yang tidak melaksanakan pelayanan sesuai dengan ketentuan alias mereka tidak menerbangi rute tersebut.

" Pencabutan rute artinya meliputi semua frekuensi yang dilayani dalam rute tersebut," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamurohardjo, di Jakarta dikutip dari Sekretariat Kabinet, Selasa 24 Mei 2016.

Selain mencabut izin 6 rute penerbangan, Hemi mengatakan pihaknya juga mengurangi frekuensi sembilan rute penerbangan. Selama periode Januari-Mei 2016, telah diterbitkan sebanyak 15 surat pencabutan kapasitas angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, yakni terdiri dari 6 surat pencabutan izin rute dan 9 surat pengurangan frekuensi penerbangan kepada sembilan maskapai tersebut.

Berikut ini adalah izin rute penerbangan yang dicabut dan frekuensi penerbangan yang dikurangi.

A. Rute penerbangan yang izinnya dicabut.

1. PT Travel Express: rute Manado-Sorong
2. PT Tri MG Intra Airlines: rute Balikpapan-Halim Perdanakusuma
3. PT Kalstar Aviation: rute Balikpapan-Samarinda, rute Balikpapan-Pontianak
4. PT Sriwijaya Airlines: rute Jakarta-Pekanbaru
5. PT Nam Air: rute Jakarta-Pontianak

B. Rute penerbangan yang frekuensinya dikurangi.

1. PT Trigana Air Services: rute penerbangan Jayapura-Oksibil dikurangi 28 frekuensi
2. PT Asi Pudjiastuti/Susi Air: rute Atambua-Kupang dikurangi 1 frekuensi
3. PT Citilink Indonesia: rute Jakarta-Pangkal Pinang dikurangi tujuh frekuensi dan rute Lombok-Surabaya dikurangi tujuh frekuensi
4. PT Garuda Indonesia: rute Denpasar-Surabaya dikurangi tujuh frekuensi, rute Ende-Kupang dikurangi enam frekuensi
5. PT Sriwijaya Airlines: rute penerbangan Makassar-Gorontalo dikurangi tujuh frekuensi, rute Makassar-Kendari dikurangi tujuh frekuensi, dan Makassar-Sorong dikurangi tujuh frekuensi.

Beri Komentar