Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dok. Fortune.com
Dream - Malam tadi, waktu Indonesia, Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed) akhirnya memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya tetap berada mendekati 0-0,25% persen.
Keputusan ini menjadikan negara adidaya itu tidak mengalami kenaikan suku bunga hampir satu dekade sejak Desember 2008.
Kepala Dewan Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan, pertimbangan The Fed untuk menahan suku bunga ini adalah perlambatan ekonomi dan keuangan global, khususnya perekonomian negara-negara berkembang dan perekonomian Amerika Serikat (AS) sendiri. Hal ini memberikan sinyal bahwa perekonomian AS belum sepenuhnya pulih.
Sebelum pengumuman suku bunga The Fed, 17 September 2015, sore, Bank Indonesia telah mengambil langkah antisipatif jika The Fed menaikkan suku bunganya. Langkah itu berupa penahanan suku bunga BI di level 7,5%.
Dalam keterangan pers BI, selain sebagai langkah antisipasi guna menjaga nilai tukar, penahanan BI Rate ini adalah untuk mencapai target inflasi yang telah ditetapkan di sekitar 5%.
Banyak pihak yang memperkirakan jika The Fed menaikkan suku bunganya maka rupiah akan semakin rontok. Pasar pun masih menanti keputusan The Fed sore lalu sehingga rupiah pun ditutup melemah.
Sayangnya, meski The Fed menahan suku bunganya, rupiah tetap mengalami pelemahan. Hal ini terlihat pada pagi ini, rupiah dibuka pada level Rp 14.452 per dollar AS dan hingga siang ini, rupiah terus mengalami pelemahan hingga level Rp 14.480 per dollar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya