5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Lion Air Membatalkan Semua Penerbangannya Ke Tiongkok Karena Wabah Virus Corona.
Dream - Maskapai Lion Air menjadi operator pesawat terbaru yang mengeluarkan kebijakan penghentian sementara rute penerbangan ke Tiongkok. Keputusan itu dibuat setelah merebabnya wabah virus corona baru, 2019-NCoV.
" Untuk tujuan beberapa kota di Republik Rakyat Tiongkok, (ada) pembatalan atau penghentian penerbangan sementara (suspends) secara bertahap menurut jadwal keberangkatan dan kedatangan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 29 Januari 2020.
Danang mengatakan pembatalan sementara akan mulai dilakukan pada bulan ini.
Berikut ini adalah rincian rute penerbangan Lion yang dibatalkan:
*Denpasar-Wuhan-Denpasar
*Manado-Tianjin-Manado
*Manado-Fuzhou-Manado
*Manado-Hangzhou-Manado
*Soekarno-Hatta-Haikou-Manado
*Surabaya-Haikou-Surabaya
Danang mengatakan ada pembatalan sementara untuk semua rute penerbangan ke Tiongkok. Pembatalan semua rute ini berlaku mulai Februari 2020.
Berikut ini adalah rinciannya.


Operasional penerbangan yang masih berjalan atau beroperasi ke Tiongkok bertujuan untuk pemulangan tamu atau penumpang.
“ Layanan penerbangan kembali dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang,” kata dia.
Danang mengatakan keputusan penghentian sementara merupakan bagian dari langkah antisipasi berdasarkan pemberitahuan larangan perjalanan dari Otoritas Wuhan. Ya, otoritas ini mengeluarkan larangan terkait dampak wabah virus corona.
“ Lion Air Group senantiasa berkomitmen dalam memastikan keselamatan, keamanan serta kenyamanan (ensure the safety, security and comfort) penerbangan terhadap kru pesawat dan tamu,” kata dia.
Lion Air Grup sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan sementara pada rute dimaksud. Maskapai ini juga telah menerapkan antisipasi yang mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 " Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio" pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 " Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya" pada 03 Januari 2020.
Maskapai juga merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat.
“ Lion Air Group berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta memberikan perkembangan terkini kepada penumpang,” kata dia.
Dream - Sebanyak lima juta orang dikabarkan meninggalkan Kota Wuhan, China, sebelum masa karantina virus Corona diberlakukan di kota itu. Pernyataan itu dikeluarkan Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang pada Minggu, 26 Januari 2020.
Dilaporkan South China Morning Post, saat kota itu dikarantina ada sekitar 9 juta orang yang berada di kota.
Pemerintah China mulai mengisolasi kota Wuhan dan beberapa kota lain pada Kamis, 23 Januari 2020. Proses karantina itu diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus ke daerah lain di China.
![]()
Tetapi, dilaporkan banyak warga yang sudah meninggalkan kota untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara yang lain bergegas keluar dari Wuhan setelah adanya pengumuman karantina pada Rabu malam.
Dewan Negara China telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari untuk mengekang penyebaran virus.
Liburan itu, yang semula seharusnya berlangsung hingga 30 Januari, adalah festival paling penting di negara itu. Biasanya liburan itu dimanfaatkan para pekerja migran untuk mudik ke kampung halamannya.
Suzhou merupakan kota pertama yang mengumumkan masa perpanjangan libur tahun baru. Dia mengatakan, para pekerja di perusahaan-perusahaan dalam yurisdiksinya harus kembali bekerja tidak lebih awal dari 8 Februari 2020.
Dewan Negara juga mengatakan bahwa taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah, dan perguruan tinggi akan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut dari kementerian pendidikan.
Ma Xiaowei, penanggung jawab Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengakui sulitnya memerangi wabah itu. Terutama karena telah ditemukan bahwa virus Corona Wuhan dapat ditularkan selama periode inkubasi 1 hingga 14 hari, yang tidak terjadi pada SARS, sindrom pernapasan akut parah).
" Dari pengamatan, virus ini mampu menular bahkan selama periode inkubasi," kata Ma.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?