Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Warga Muslim di negara-negara Nordik kini punya pedoman baru untuk mengatasi sulitnya memulai dan mengakhiri puasa di wilayah itu selama Ramadan.
Seperti wilayah lainnya, tahun ini Ramadan dimulai pada tanggal 18 Juni - tiga hari sebelum munculnya hari puasa terpanjang tahun ini yang akan dialami oleh warga Muslim di ujung utara Swedia itu. Saat itu matahari akan bersinar selama hampir seharian di atas Lingkar Arktik atau Lingkar Kutub Utara.
Hal ini menjadi masalah bagi umat Islam yang bermaksud puasa hingga matahari terbenam.
" Kami punya dua pertanyaan yang sulit, tidak hanya kapan waktunya berbuka tetapi juga kapan harus mulai berpuasa," kata Mohammed Kharraki, juru bicara Asosiasi Muslim Swedia, dikutip Dream dari laman Al Arabiya, Senin 15 Juni 2015.
" Muslim seharusnya mulai berpuasa sebelum matahari terbit, saat fajar. Tetapi tidak ada fajar pada bulan-bulan musim panas di Stockholm."
Di tahun-tahun sebelumnya, Muslim di kota-kota sub-Arktik seperti Kiruna disarankan untuk berbuka puasa mengikuti orang-orang di bagian selatan Swedia. Namun pada pertemuan imam Swedia dan Eropa di Swedia utara pekan ini merekomendasikan pendekatan baru.
" Sekarang Muslim diharapkan mulai puasa dan berbuka sesuai dengan terakhir kali mereka melihat matahari terbit dan tenggelam," kata Kharraki, menambahkan bahwa pedoman rinci masih sedang dibahas.
Pertemuan itu juga membahas kemungkinan berbuka puasa di sore hari seperti yang dilakukan warga Muslim di wilayah lainnya.
" Warga Muslim di Utara mungkin akan berusaha berpuasa selama 19 jam tapi, mereka tidak akan mampu. Itu bukan ide yang bagus. Jika mereka tidak mampu melakukannya, maka saatnya untuk berbuka puasa," kata Kharraki.
Aturan baru yang disusun oleh European Council for Fatwa and Research (ECFR) itu akan berlaku di seluruh negara yang termasuk dalam negara-negara Nordik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya