Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Lusia Efriani Kiroyan (Dream.co.id/Kusmiyati)
Dream - Memeluk Islam sejak 2003 membuat wanita yang dijuluki 'Cinderella from Indonesia' ini seperti hidup di negeri dongeng. Lusia Efriani Kiroyan namanya. Pendiri rumah singgah 'Cinderella from Indonesia Center' ini mengaku merasakan kenyamanan dan lebih menikmati hidup saat menjadi mualaf.
Sempat djiauhkan keluarga karena pindah keyakinan. Tapi, keinginan memeluk Islam begitu kuat sehingga mampu melewati masa sulit di tengah keluarga. Wanita ayu dua anak ini tidak memberitahukan ketika dirinya masuk Islam. Salat pun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Takut Mama marah.
" Aku mengambil keputusan untuk kenal dengan Islam, mempelajari dan memahami kemudian tertarik dan jadi cinta. Tapi orangtuaku belum tahu. Saat nikah baru tahu dan mereka marah," kata wanita kelahiran Surabaya 1 Agustus 1980 ini saat berbincang dengan Dream.co.id saat ditemui sedang mengisi kelas binaan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Kini, wanita lulusan International Visitor Leadership Program (IVLP), California, AS ini menyibukkan diri dengan kegiatan sosial. Lusia sibuk memberdayakan narapidana wanita di tiga rumah tahanan Batam dan Jakarta ini. Juga merangkul anak-anak jalanan dan serta wanita Pekerja Seks Komersial atau PSK.
" Saya ingin terus bersama mereka, mencintai mereka. Seperti Islam mengajarkan untuk tidak mebeda-bedakan ketika berbuat kebaikan. Saya bersyiar tentang Islam kepada PSK. Karena menurut saya level saya di situ, bukan di Mesjid. Saya bukan siapa-siapa," ujar Lusi.
Berbagi pengalaman dan cerita kepada PSK semakin memotivasi Lusia untuk mengubah pandangan soal hidup. " Mereka ini yang harus kita rangkul, pasti bukan keinginan mereka untuk jadi seperti itu. Mereka juga kecewa dan merasa sudah tidak berguna. Namun saya selalu mengatakan Allah itu akan selalu ada, berusahalah untuk jadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.
Hatinya begitu tersentuh untuk membantu sesama. Lusia memiliki ide untuk mendonasikan hasil penjualan batik girl atau boneka yang dibuatnya untuk orang-orang yang tidak mampu.
" Saya bukan orang kaya, tapi menurut saya berbagi saat susah justru jadi luar biasa. Untuk membantu orang yang membutuhkan saya mengajak masyarakat untuk membeli boneka dari Cinderella from Indonesia Center, dengan membeli satu saja sudah sangat membantu banyak orang," tutur pengusaha arang dan tempurung kelapa ini.
Lusia berharap akan banyak lagi orang yang peduli dengan sesama makhluk Allah tanpa harus membedakan suku, agama, ras, warna kulit. Atau bahkan melihat bibit, bebet dan bobot orang tersebut. " Save the world and share the love. Saya ingin Islam bangga memiliki saya," ujar Lusia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang