Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Muslim Uighur
Dream - Penindasan agama terus dilakukan Pemerintah Tiongkok kepada warga Muslim Uighur, penduduk asli Provinsi Xinjiang.
Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Tiongkok di barat laut Xinjiang melarang anggota partai, pegawai negeri, pelajar dan guru yang beragama Islam untuk puasa.
" Tiongkok meningkatkan larangan dan pengawasan menjelang bulan Ramadan. Keyakinan Muslim Uighur telah sangat dipolitisasi. Pengawasan terlalu ketat ini justru menyebabkan perlawanan yang makin tajam," kata Dilxat Raxit, juru bicara kelompok gerakan kemerdekaan Uighur di luar negeri, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters pada Senin kemarin.
Raxit mengecam seruan otoritas Tiongkok di Uighur yang melarang pegawai negeri berpuasa selama Ramadan. Mereka melihat kebijakan rasial itu sebagai cara untuk mengendalikan agama Islam.
Menurut situs pemerintah Tiongkok, restoran halal di Jinghe County, dekat perbatasan Kazakhstan, diharuskan tetap buka selama jam-jam puasa di bulan Ramadan oleh pejabat keamanan pangan setempat.
Restoran halal yang tetap buka di bulan Ramadan akan diberi penghargaan berupa lebih sedikit pemeriksaan dari pengawas keamanan pangan.
Pembatasan agama ketat juga dilakukan di Maralbexi County. Di wilayah ini, pejabat dari partai Islam dipaksa untuk membuat sumpah lisan serta tertulis yang 'menjamin mereka tidak menjalankan ibadah, tidak akan menghadiri kegiatan keagamaan dan tidak berpuasa selama Ramadan'.
Setiap bulan Ramadan tiba, pemerintah Tiongkok telah berulang kali melakukan penindasan terhadap Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang.
Penindasan terakhir terjadi pada Mei lalu, di mana toko dan restoran Muslim di Xinjiang diperintahkan untuk menjual rokok dan minuman keras. Jika membangkang, toko dan restoran Muslim akan dipaksa tutup.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
