Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sabine Boghos Lahir Tanpa Miss V Dan Rahim. (Foto: Pen News/Sabine Boghos)
Dream - Ketika Sabine Boghos masih belum juga mendapat haid pada usia 16 tahun, dokter mengira dia kekurangan gizi.
Tapi tidak lama kemudian, Sabine menerima kabar buruk. Dia divonis tidak punya rahim dan Miss V miliknya tidak berkembang sempurna.
Ya, dokter mendiagnosis Sabine dengan kondisi sangat langka yang disebut dengan sindrom MRKH. Sindrom ini menyerang sistem reproduksi wanita.
Akibatnya, wanita yang terkena sindrom MRKH tidak akan pernah mengandung dan melahirkan anak.
" Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres ketika saya belum juga menstruasi di usia 16 tahun," kenang wanita asal Manchester, Inggris, ini.
Karena belum juga menstruasi di usia pubertas, Sabine pun dilanda kekhawatiran hingga dia memutuskan untuk pergi ke dokter.
Saat itu, dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa Sabine hanya kekurangan gizi atau vitamin.
" Dokter bilang saya kurus, dan mungkin kekurangan gizi, vitamin, dan lain-lain," katanya.
Sabine menambahkan dokter tidak memberikan perawatan apa pun. Mereka hanya memberikan beberapa vitamin untuk dikonsumsi.
Tidak lama setelah itu, dokter mendiagnosis Sabine dengan kista ovarium berukuran besar. Dia pun harus menjalani operasi pengangkatan.
Saat itulah, dia mengetahui akan menjalani kehidupan yang sangat menyiksa batinnya sebagai seorang wanita sempurna.
Saat operasi pengangkatan kista itulah, dokter menemukan bahwa Sabine menderita sindrom MRKH (Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser).
Sindrom MRKH hanya mempengaruhi satu dari 5.000 wanita - jadi sangat jarang terjadi. Meskipun tidak mengancam jiwa, Sabine mengatakan bahwa sindrom MRKH mengubah hidupnya 360 derajat.
Sindrom MRKH adalah kelainan bawaan (sejak lahir), yang ditandai dengan tidak adanya atau tidak berkembangnya Miss V, leher rahim dan rahim secara sempurna.
Orang dengan kondisi ini baru mengetahuinya selama masa pubertas. Payudara dan rambut kemaluan tetap tumbuh, tapi penderitanya tidak mengalami menstruasi.
Indung telur atau ovarium juga tetap menghasilkan hormon wanita yang diperlukan untuk perkembangan tubuh wanita secara normal.
Namun, karena si penderita tidak punya Miss V dan rahim, maka tidak akan terjadi perdarahan atau menstruasi.
Mendengar diagnosis dokter, jiwa Sabine terguncang. Di sisa hidupnya, dia tidak akan pernah punya anak.
" Saya hancur dan bingung. Saya tidak mengerti dan benar-benar belum siap. Rasanya benar-benar tidak adil, dan membuat saya terpuruk untuk waktu yang lama," kata wanita yang sekarang tinggal di Dubai tersebut.
Dia harus menjalani terapi untuk menenangkan jiwanya yang terguncang hebat akibat mendengar penyakitnya.
Masalahnya, orangtuanya juga tidak pernah menceritakan hal itu karena mereka tidak tahu nama penyakit yang dialami Sabine.
Dia mengatakan bahwa kondisinya juga memengaruhi kemampuannya untuk membangun hubungan dengan para pria.
Menurut Sabine, setiap kali bertemu teman pria baru dan tahu kondisinya, mereka akan menjauh.
" Mereka akan lari karena membayangkan betapa sulitnya menangani saya nanti," katanya.
Namun, Sabine sekarang telah memiliki pasangan yang selalu mendukungnya. Dia berharap akan segera menikah dengan pria tersebut.
Karena Dubai melarang program surogasi atau ibu pengganti, Sabine akan mengadopsi anak.
Menurutnya, ini adalah keputusan yang paling tepat di antara beberapa pilihan yang ada untuk mengatasi ketidakmampuannya mengandung.
" Saya senang. Saya membayangkan cinta saya kepada anak itu tak terbatas, dan saya akan mengasuhnya seperti anak kandung," katanya.
Saat ini, Sabine melakukan kampanye tentang sindrom MRKH. Dia ingin agar para wanita dengan sindrom ini tidak berkecil hati.
" Memang berat dan butuh dukungan yang kuat dan banyak. Saya ingin menyuarakan lebih banyak tentang sindrom MRKH ini. Agar para wanita di luar sana tetap merasa aman, tenang dan baik-baik saja saat menghadapinya," pungkas Sabine.
(Ism, Sumber: The Sun)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya