5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Seperti, jantung dan stroke. Kunci utama menurunkan kolesterol adalah mengatur pola makan dan gaya hidup sehat.
Selain itu ada banyak cara untuk membantu menurunkan kolesterol secara alami. Salah satunya menggunakan tanaman herbal.
Tanaman herbal ini dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sehingga tak heran bila banyak yang ingin mencoba untuk mendapatkan khasiatnya secara langsung.
Apa saja obat herbal kolesterol yang dinilai manjur? Berikut ulasannya.

Bawang putih dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Selain itu, bawang putih juga memiliki manfaat lain, seperti meredakan gejala pilek.
Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui secara lengkap manfaat bawang putih.

Kacang kedelai dianggap membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah.
Jenis kacang-kacangan ini juga banyak dibuat olahan makanan lain seperti tempe dan tahu. Sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pendamping.

Akar manis atau licorice root, dinilai berpotensi menjadi obat kolesterol alami. Pasalnya, pada sebuah penelitian tanaman ini terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol sekaligus kadar gula darah, dan mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan, jahe bisa menurunkan kolesterol dan trigliserida di tubuh, serta mengurangi kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
Untuk menikmati manfaat jahe, cukup mencampurkan potongan jahe ke dalam segelas air hangat atau air panas.
Tunggu hingga jahe tersebut bercampur dan minumlah sebagai wedang.
Angkak mengandung monacolin K. kandungan ini mirip dengan zat yang terkandung dalam obat penurun kolesterol yaitu lovastin.
Angkak juga dapat mengandung suatu kontaminan atau zat berbahaya bagi tubuh, yang bernama citrinin.
Komponen ini disebut bisa memicu gagal ginjal. Sehingga, perlu berhati-hati saat menggunakan angkak untuk menurunkan kolesterol.

Ekstrak daun artichoke dianggap dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di tubuh.
Artichoke juga mengandung komponen yang disebut sebagai cynarine. Komponen ini akan memicu suatu proses yang menghasilkan ekskresi atau pengeluaran kolesterol dari aliran darah.
Jika ingin mencoba obat kolesterol alami di atas, sebaiknya berdiskusi dengan dokter terkait.
Meski bahan-bahan di atas alami, namun reaksi alergi bisa saja muncul. Sehingga perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya.
Untuk menurunkan kadar kolesterol, tidak hanya membutuhkan bantuan obat. Namun juga harus dibarengi dengan gaya hidup sehat. Seperti:

(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?