Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Virus Corona Membuat Negara Di Dunia Waspada (Foto: Shutterstock)
Dream - Dalam beberapa pekan belakangan, dunia dihebohkan dengan merebaknya wabah penyakit yang dibawa oleh virus corona baru yang disebut 2019-nCoV.
Meski gejala awalnya tampak seperti flu, tapi dampaknya ternyata sangat mematikan. Virus corona baru yang pusat penyebarannya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, ini telah merenggut 106 jiwa di wilayah itu saja.
Hingga Selasa, 28 Januari 2020, lebih dari 4.000 orang telah terinfeksi virus corona hanya di China saja, yang sebagian besar dari mereka berada di sekitar Wuhan.
Virus corona baru penyebarannya sangat cepat. Hanya dalam beberapa pekan, virus ini telah menyebar di Asia, Eropa, Amerika, dan bahkan Australia.
Beberapa negara di wilayah tersebut telah melakukan berbagai upaya untuk menangkal virus yang diduga berasal dari kelelawar ini.
Berbagai persiapan telah dilakukan. Mulai dari menyiapkan rumah sakit rujukan, memasang thermal scanner di bandara dan pelabuhan, hingga melarang warga untuk melakukan perjalanan ke wilayah yang terpapar.
Sayangnya, tingkat persiapan setiap negara dalam menangkal wabah penyakit menular dalam skala besar berbeda-beda. Ada negara yang sangat siap, lebih siap dari negara yang lain, atau kurang siap sama sekali.
Padahal, penyakit menular seperti virus corona ini tidak mengenal batas negara. Semua negara harus memprioritaskan dan menggunakan kemampuan yang ada untuk mencegah, mendeteksi, dan dengan cepat menanggapi keadaan darurat kesehatan dalam masyarakatnya.
Apa yang diungkapkan oleh 2019 Global Health Security (GHS) Index berikut patut jadi pertimbangan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, saat menghadapi wabah virus corona seperti saat ini.
Menjelang akhir tahun lalu, GHSI memeringkat negara-negara berdasarkan tingkat kesiapan mereka dalam menghadapi wabah penyakit menular skala besar.
Indeks GHS adalah penilaian komprehensif dan pengukuran keamanan kesehatan pertama terhadap kemampuan 195 negara dalam menghadapi bencana wabah penyakit menular.
Studi yang dilakukan itu merujuk pada kemampuan setiap negara dalam hal mencegah, mendeteksi, menanggapi ancaman biologis. Selain itu, sistem kesehatan, komitmen dalam melakukan perbaikan (bidan kesehatan), serta kerentanan terhadap ancaman biologis juga jadi pertimbangan dalam penilaian.
Dalam indeks tersebut, secara umum Amerika Serikat menjadi negara pertama yang paling siap dalam menangkal wabah penyakit menular seperti virus 2019-nCoV. Disusul oleh Inggris dan Belanda.

Di setiap kategori seperti pencegahan, pendeteksian, dan sebagainya, ketiga negara tersebut mendapat skor tertinggi.
Sayangnya, Indonesia tidak masuk dalam kategori negara paling siap. Dalam laporan tersebut terungkap bahwa secara umum, Indonesia berada di posisi 30 atau termasuk dalam kategori negara yang lebih siap.

Indonesia masih berada di bawah Malaysia yang duduk di posisi 18, Jepang di posisi 21, dan Singapura di posisi 24. Namun dalam hal komitmen memperbaiki sistem kesehatan dengan kucuran dana yang besar, Indonesia berada di posisi 7 atau termasuk yang paling siap dibandingkan Malaysia, Jepang dan Jerman.
Dalam hal pencegahan saat terjadi wabah, Indonesia berada di peringkat 38, kalah dari Malaysia di posisi 35. Sementara untuk masalah deteksi dini dan pelaporan saat wabah penyakit telah meluas, Indonesia berada di urutan 37, di bawah Thailand (15) dan Malaysia (28).
Namun, lagi-lagi Indonesia kalah dari Malaysia dalam hal mitigasi dan tanggap darurat jika terjadi serangan wabah penyakit menular lintas negara. Malaysia berada di posisi 16, sementara Indonesia di peringkat 30.
Sumber: Strait Times, GHSIndex.org
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya