Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seseorang yang terinfeksi virus corona umumnya merasakan gejala tertentu. Namun belakangan gejala yang dirasakan penderitanya tak selalu sama, mulai dari tanpa gejala, diare, hingga hilangnya penciuman.
Pada orang dengan penyakit penyerta, Covid-19 bisa mengakibatkan kematian.
Dokter Spesialis Patologi Klinik, Theresia Novi, mengatakan, virus corona menggunakan tubuh kita untuk beranak-pinak atau memperbanyak diri dengan merusak sel kita. Hal ini kemudian akan merangsang tubuh bereaksi membentuk suatu respons imun yang terkadang berlebihan.
" Respons yang berlebihan menyebabkan kebingungan dalam imun kita, meyebabkan sel-sel yang seharusnya melindungi menjadi membabi buta bahkan merusak jaringan kita sendiri," ujar Theresia Novi dalam konferensi pers virtual, Rabu 11 November 2020.
Pada tahap pertama individu terinfeksi Covid-19, gejala yang muncul biasanya ringan, seperti masuk angin atau meriang. Namun pada fase ini, sudah dapat dideteksi dengan metode PCR.
Theresa melanjutkan, virus corona bisa menimbulkan gejala atau kerusakan pada berbagai organ tubuh. Ketika virus sudah masuk ke paru, bisa menyebabkan batuk, jika masuk ke saluran pernapasan menimbulkan bersin-bersin, pneumonia dan sesak napas.
" Bisa juga gejalanya di penyakit jantung. Seperti sakit jantung atau nyeri jantung. Ada juga yang terkenal di bagian ginjal, menyebabkan gagal ginjal akut atau ada peningkatan enzim-enzim yang ada pada hati," paparnya.

Dia menambahkan, banyak individu yang tidak sadar jika virus corona juga bisa menyerang pencernaan.
" Banyak pasien yang tidak waspada terhadap Covid-19 karena gejalanya di pencernaan, muntah, diare. Padahal itu bisa menjadi gejala Covid-19," paparnya.
Gejala lain yang mungkin dirasakan pasien yakni berkurangnya kepekaan indera penciuman.
Menurut Theresia, ini bisa terjadi ketika virus corona sudah mengenai susunan saraf.
" Kok ada gangguan penciuman? Itu karena virsu sudah mengganggu sistem saraf kita, saraf pengecap maupun saraf pembauan kita terganggu. Jadi bisa hilang rasa atu penciuman. Bisa juga gangguan pada mata," jelas dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya