Remaja Putri Cenderung Tak Percaya Diri Saat Puber

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 21 Desember 2016 19:15
Remaja Putri Cenderung Tak Percaya Diri Saat Puber
Sebagian besar malu akan perubahan tubuhnya, karena menjadikan kecantikan di media

Dream - Memasuki masa puber, anak-anak pasti menyadari adanya perubahan pada diri mereka. Salah satunya, bentuk tubuh. Bagi anak perempuan, bentuk tubuh merupakan perubahan yang paling jelas terlihat saat mereka memasuki masa pubertas.

Payudara mulai membesar, mengalami haid, serta perubahan lain. Tidak menutup kemungkinan, perubahan tersebut bisa membuat anak kehilangan rasa percaya diri dan malu akan bentuk tubuhnya. Apalagi jika melihat bintang-bintang di televisi yang memiliki tubuh ramping dan semampai.

Berdasarkan survei dari Yahoo Health, sekitar 1.993 remaja dan perempuan dewasa dengan rentang usia 13-64 tahun mulai merasa malu pada perubahan fisiknya saat menginjak usia 9 atau 10 tahun. Lalu kondisi ini muncul lagi saat usia 13 hingga 17 tahun.

Sebanyak 60 persen dari responde mengatakan hal yang membuat mereka malu dengan tubuhnya adalah komentar negatif dari teman atau kerabat. Lalu, sebanyak 25 persen mengungkap kalau gambaran tubuh yang ideal mereka dipengaruhi oleh teman dan media.

" Media massa berperan penting. Banyaknya penggambaran yang dilakukan media tentang ukuran kecantikan seorang perempuan, menjadi pemicu remaja perempuan gemar membandingkan tubuhnya dirinya dengan orang lain," kata Robyn Silverman, penulis buku Good Girls Don't Get Fat.

Alhasil, jika mereka mendapati dirinya tidak sesuai dengan seseorang yang menjadi panutannya, mereka akan merasa minder dan tidak percaya diri. Lalu, apa yang bisa orang tua lakukan untuk meningkatkan kembali rasa percaya diri pada anak?

Peran orangtua dinilai sangat penting dalam mengawasi informasi yang didapat anak. Orangtua perlu memberi tahu bahwa tidak semua informasi, terutama dari media kecantikan, dapat ditiru atau ditelan mentah-mentah.

Selain itu, berpikir positif dan selalu bersyukur juga menjadi salah satu hal yang perlu ditanamkan pada diri anak. Jika kedua hal tersebut sudah tertanam, anak dengan sendirinya akan mengetahui kelebihan dirinya dan memandang pribadinya bukan hanya dari aspek fisik saja.

(Sah/Sumber: Parents)

 

Baca Juga: Dahsyatnya 'Pelukan Kangguru' untuk Bayi Prematur Kesulitan Belajar Bukan Hanya Disleksia, Ada Jenis Lain Ini Cara Aman Membersihkan Hidung Bayi Facebook Bikin Panduan Khusus untuk Orangtua 3 Alasan Buah Hati Selalu Mengabaikan Omongan Anda Tak Perlu Selalu Ditemani, Biarkan Si Kecil Main Sendiri

Beri Komentar