Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kyoto (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kyoto menyimpan pesona Jepang masa lalu. Tradisi yang kental berpadu kuil-kuil kuno menghadirkan suasana Negeri Sakura masa lalu.
Ketenaran Kyoto sudah mendunia. Traveler dari penjuru dunia datang ke Kyoto untuk menikmati Jepang yang kental akan tradisinya.
Tetapi, destinasi ini justru sepi dari traveler lokal. Banyak dari mereka yang justru tak memasukkan Kyoto dalam daftar destinasi travelingnya.
Dikutip dari Liputan6.com, studi terbaru Asosiasi Wisata Kota Kyoto dan Biro Konvensi Kyoto mendapat temuan mengejutkan. Jumlah orang Jepang yang bermalam di sejumlah hotel utama di Kyoto pada Desember 2018 mengalami penurunan 12,2 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Menurut laporan Japan Today, jumlah kunjungan traveler lokal ke Kyoto turun 10,7 persen pada November tahun lalu dibandingkan bulan yang sama 2017. Padahal, bulan tersebut adalah puncak musim gugur yang jadi andalan Kyoto.
Penurunan jumlah traveler Jepang ke Kyoto sepanjang 2018 cukup drastis. Tahun lalu, Hotel-hotel di Kyoto menampung 2.062.716 tamu lokal, atau 4,8 persen lebih rendah dari 2017.
Studi itu juga menyebutkan penurunan ini terjadi karena beberapa faktor. Yang pertama adalah ramainya Kyoto oleh traveler asing. Jumlah traveler asing ke Kyoto sepanjang 2018 mengalami peningkatan sebesar 5,3 persen dibandingkan 2017.

Apalagi traveler yang baru pertama kali datang ke Kyoto. Mereka selalu menyerbu lokasi atraksi lokal dan memenuhi seluruh moda transportasi yang ada.
Hal itu membuat Kyoto jadi semakin padat. Alhasil, traveler lokal enggan berkunjung ke sana.
Meski kondisi tersebut bukanlah masalah, Asosiasi Wisata Kota Jepang tetap berharap jumlah traveler lokal dan asing dapat seimbang.
Sumber: Liputan6.com/Dinny Mutiah
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya