Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Pixabay)
Dream - Otak dikenal sebagai salah satu organ manusia yang rumit. Bahkan masih ada bagian otak yang belum terungkap.
Penelitian terkini menunjukkan adanya peta baru yang memiliki 100 area di otak. Area ini belum pernah dilaporkan dalam penelitian manapun sebelumnya.
Area baru itu sesungguhnya berkaitan dengan semua indera, gerak, dan beberapa fungsi lain, seperti pemecahan masalah dan mengatur emosi. Area baru itu dikenal sebagai korteks serebral yang letaknya di lapisan luar jaringan saraf otak.
Dikutip dari India Times, profesor neurosains dan psikologi Universitas Yale, David McCormick, menyontoh sederhana dari area otak itu yaitu menganggapnya selembar pizza besar dan kardus yang melindunginya.
Kembali ke dalam otak, saat ini para ilmuwan sedang mengumpulkan data untuk membantu mengidentifikasikan area baru ini. Ketebalan cortex ini, misalnya, memiliki ukuran yang variatif.
Di beberapa tempat, area ini memiliki ketebalan 1 milimeter dan yang lain, setebal 4,5 milimeter.
Saat ini, penelitian mengenai aliran sinyal ke otak menggunakan teknik FMRI. Teknik ini menggunakan citra dari aliran darah di otak dan menambahkan informasi mengenai isolasi lemak di area sekitar saraf otak.
Dengan metode ini, para peneliti dapat membagi otak manusia menjadi 180 area kortikal, termasuk 97 area yang baru ditemukan. Salah satu daerah ini, misalnya, alur besar yang disebut POS2 yang tepat di depan korteks visual, merupakan bagian dari otak yang memungkinkan manusia untuk melihat.
Peta ini sebagian besar berguna untuk upaya penelitian yang akan datang. Salah satunya artificial intelligence (AI).
Dari pengembangan itu, para peneliti melatih algoritma pembelajaran mesin untuk dapat mengidentifikasi sidik jari. Peneliti dapat menggunakan algoritma untuk menemukan area yang sama dalam subjek penelitian mereka sendiri. Algoritma ini untuk saat ini 96,6 persen akurat - namun belum cukup baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya