Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Imron Ichwani Menjalani Pemeriksaan Fisik Disaksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tahjanto (Liputan6.com)
Dream - Menjadi perwira TNI merupakan mimpi besar sebagian generasi muda Indonesia. Tanpa memandang latar belakang ekonomi, setiap pemuda bisa memulai karir di bidang kemiliteran.
Hal itulah yang coba dibuktikan oleh Imron Ichwani. Anak dari tukang bubur keliling di Purbalingga, Jawa Tengah ini dinyatakan lolos seleksi Calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi Militer 2018 dan siap menempuh pendidikan di Magelang.
" Imron Ichwani sudah membuktikan bukan hanya anak orang tertentu yang bisa menjadi taruna Akmil," ujar Komandan Kodim 0702 Purbalingga, Letkol Inf Andy Bagus, dikutip dari Liputan6.com.

Imron merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Dia bersama orangtua dan kakak-adiknya tinggal di Jalan Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.
Ayah Imron, Sugeng Suroso, berprofesi sebagai pedagang bubur ayam keliling. Pendapatan Sugeng setiap harinya rata-rata Rp50 ribu.
© Dream
Bagi Sugeng, Sabtu, 28 Juli 2018 merupakan hari bersejarah baginya dan keluarganya. Di hari itu, Imron menyampaikan kabar gembira lolos seleksi Taruna Akmil Magelang lewat sambungan telepon.
Dua hari kemudian, Imron pergi ke Bandung. Dia diwajibkan mengambil pakaian dan perlengkapan lainnya.

Tak banyak harapan yang disematkan Sugeng pada anaknya. Doa yang selalu dia panjatkan, Imron dapat tumbuh menjadi anak berbakti pada orangtua dan berguna bagi masyarakat.
" Saya dan keluarga sangat senang dan bangga karena Imron memang anak yang rajin, taat pada orangtua dan tekun beribadah," kata Sugeng.
© Dream
Sugeng menuturkan Imron adalah anak yang berprestasi di sekolah dan aktif berorganisasi. Sejak SD hingga SMA, Imron kerap mengikuti lomba sampai olimpiade matematika.

Saat duduk di bangku SMA, Imron harus tinggal bersama kakeknya di Purwokerto. Sebab, dia tidak mungkin berangkat sekolah dari rumah orangtuanya di Purbalingga. Jaraknya sangat jauh.
Menurut Sugeng, putranya sempat punya keinginan untuk masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Bersama 16 temannya, Imron memutuskan mendaftarkan seleksi penerimaan Taruna Akmil.
" Awalnya bercita-cita masuk STAN, akhirnya memutuskan untuk mendaftar menjadi Akmil bersama 16 temannya," ucap Sugeng.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Galoeh Widura)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya