Ayah di Lampung Tega Cabuli 3 Anak, Ancam Ceraikan Istri Jika Buka Suara

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 29 Oktober 2021 19:00
Ayah di Lampung Tega Cabuli 3 Anak, Ancam Ceraikan Istri Jika Buka Suara
"Saat ini korban sudah melahirkan anak laki-laki yang diduga hasil dari perbuatan tersangka," kata Zahwani.

Dream - Aksi bejat dilakukan pria asal Bandar Lampung. Dia tega mencabuli tiga anak di bawah umur dengan menjadikan ancaman menceraikan istrinya sebagai senjata untuk menekan.

Kabid Humas Polda Lampung, Komisaris Besar Zahwani, mengungkapkan tersangka sudah ditangkap. Diduga, tersangka melakukan aksinya kepada dua anak tiri dan satu anak kandungnya.

Kasus ini bermula dari laporan paman korban ke Polda Lampung pada 14 Oktober 2021. Dalam laporannya, paman korban menuding pelaku dengan dugaan pencabulan.

" Dengan nomor surat laporan polisi LP/B/2017/X/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG tanggal 14 Oktober 2021 atas dugaan persetubuhan dan pencabulan," ujar Zahwani.

Polisi lalu melakukan gelar perkara kemudian menangkap pelaku. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

 

1 dari 6 halaman

Mengancam Korban

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya nekat berbuat cabul ke anak tirinya pada dini hari. Saat itu, ibu korban sedang tertidur.

Usai melakukan aksinya, pelaku meminta korban tidak berbicara kepada siapapun. Jika sampai korban buka suara, pelaku mengancam akan menceraikan ibu korban.

" Tersangka sudah melakukan perbuatannya sejak tahun 2017 sampai dengan 2020 dan saat ini korban sudah melahirkan anak laki-laki yang diduga hasil dari perbuatan tersangka," kata Zahwani.

 

2 dari 6 halaman

Korban Lain

Setelah dilakukan pengembangan, ditemukan fakta tersangka juga berbuat cabul kepada anak tirinya yang lain. Bahkan anak kandungnya juga menjadi korban.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat 1, 3, dan Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Perlindungan Anak. Ancaman bagi tersangka yaitu pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp5 miliar.

" Ketiga korban tersebut semuanya tinggal satu rumah dengan pelaku, oleh karena itu, sanksi pelaku ditambah 1/3 dari sanksi hukuman pokok," kata Zahwani, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Fakta Terbaru Dugaan Pencabulan 3 Anak di Luwu Timur

Dream - Tim asistensi Polri mendapat temuan baru terkait kasus dugaan pencabulan ayah kepada tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ditemukan fakta terjadinya peradangan pada alat vital korban.

" Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021 dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur, sehingga ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.

Rusdi menerangkan, interview dijalankan berdasar informasi yang diterima yaitu ketiga terduga korban sempat menjalani pemeriksaan medis di RS Vale Sorowako pada 31 Oktober 2019, ditangani dokter spesialis anak, Imelda. Tim kemudian melakukan interview kepada dokter yang bersangkutan.

Selain temuan peradangan, Rusdi mengatakan, dokter Imelda sempat menyarankan agar ketiga anak tersebut bersama tim supervisi diperiksakan ke spesialis kandungan. Ini untuk mengetahui ada tidaknya dugaan perbuatan cabul yang dialami ketiga korban.

" Ini juga menindaklanjuti saran dari dokter Imelda, maka tim supervisi minta para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan," kata Rusdi.

4 dari 6 halaman

Sempat Sepakat, Tapi Batal

Tentunya, kata Rusdi, pemeriksaan akan dijalankan dengan pendampingan dari ibu korban serta pengacara dari LBH Makassar. Ibu korban awalnya sepakat untuk pemeriksaan yang dijadwalkan Selasa, 12 Oktober 2021 dan memilih RS Vale Sorowako untuk tempatnya.

Secara tiba-tiba, ibu korban memutuskan membatalkan pemeriksaan tersebut. Demikian pula dengan pengacara korban.

" Dengan alasan anak takut trauma," kata dia.

 

5 dari 6 halaman

Bukan Laporan Perkosaan

Rusdi juga mengatakan ditemukan fakta lain terkait kasus ini. Salah satunya, mengenai dugaan tindak pidana yang dilaporkan bukan perkosaan tetapi pencabulan.

" Penyidik menerima surat pengaduan dari saudari RS pada tanggal 9 Oktober 2019. Isi surat pengaduan ini, yang bersangkutan melaporkan bahwa diduga telah terjadi peristiwa pidana yaitu perbuatan cabul," kata Rusdi.

Rusdi kembali menegaskan laporan yang dibuat RS selaku ibu dari tiga korban adalah dugaan pencabulan. " Jadi bukan perbuatan tindak pidana perkosaan seperti yang viral di medsos dan juga menjadi perbincangan publik," kata dia.

Selain itu, terang Rusdi, tim juga mendapat informasi pada 9 Oktober 2019 penyidik melakukan pemeriksaan dan meminta hasil visum kepada Puskesmas Malili. Hasil tersebut diterima pada 15 Oktober 2019, ditandatangani dokter Nurul.

 

6 dari 6 halaman

Dapat Fakta Berbeda

Dari informasi tersebut, tim asistensi Polri melakukan interview dengan dokter yang bersangkutan. Interview dijalankan pada 11 Oktober 2021.

" Hasil interview tersebut, dokter Nurul menyampaikan bahwa hasil pemeriksaannya tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban," kata dia.

Tim juga mendapatkan temuan lain yaitu pada 24 Oktober 2019, penyidik juga meminta hasil visum dari RS Bhayangkara Makassar. Hasil diterima pada 15 November 2019, ditandatangani dokter Deni Mathius.

" Hasilnya adalah yang pertama, tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur, yang kedua, perlukaan pada tubuh lain tidak diketemukan," ucap Rusdi, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar