Hukum Jual Beli Organ Tubuh

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 11 Februari 2016 12:30
Hukum Jual Beli Organ Tubuh
Para ulama masih berbeda pendapat mengenai hukum jual-beli organ tubuh ini.

Dream - Praktik perdagangan di dunia medis kerap terjadi. Hal itu juga meliputi jual-beli organ tubuh manusia seperti ginjal dan lain sebagainya.

Sebagian orang beralasan menjual bagian tubuh mereka lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Mereka merelakan organ tubuhnya diambil dan dimanfaatkan orang lain, ditukar dengan sejumlah uang.

Padahal, jual-beli tersebut mengandung risiko sangat besar. Ancaman kematian siap menghadang para penjual organ tubuh. Ini disebabkan tubuhnya tidak lagi bekerja secara maksimal lantaran sebagian anggotanya sudah tidak ada.

Lantas, bagaimana pandangan para ulama mengenai persoalan ini? Lembaga Bathsul Masail Nahdlatul Ulama membuat pembahasan cukup jelas mengenai persoalan ini.

Terkait penetapan hukum jual-beli organ tubuh, para ulama memang masih berbeda pendapat. Meski begitu, sebagian besar menyatakan jual-beli tersebut haram dilakukan.

Dalam kitab Mausu'atul Fighil Islami, sang pengarang kitab, Muhammad bin Ibrahim At Tuwaijiri menyatakan jual-beli organ tersebut haram. Ini karena jual-beli tersebut dapat merusak fisik manusia.

Syeikh Wahbah Zuhaili dalam Al Fiqhul Islami wa Adillatuh memberikan penjelasan mengenai ketentuan barang yang sah dijual menurut syara'. Zuhaili mengatakan barang yang dapat dijual merupakan harta, dapat dimiliki, dan bernilai.

Dalam kitab tersebut, Zuhaili memberikan definisi harta merupakan sesuatu yang menyenangkan dan dapat disimpan untuk digunakan di masa mendatang. Harta merupakan setiap benda yang mengandung nilai.

Sementara para ulama mazhab Syafi'i membolehkan jual-beli organ tubuh selain ginjal. Ini lantaran ginjal manusia terdiri dari dua bagian dan apabila dijual salah satunya, maka dapat mengurangi nilai barang.

Selengkapnya...

Beri Komentar