Duh, Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Salip Jatim

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 9 Agustus 2020 14:13
Duh, Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Salip Jatim
"Dalam sepekan ini, angka positif COVID-19 Jakarta dari Maret sampai awal Agustus 2020 ini mungkin seolah-olah besar sekali".

Dream - Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta melampaui Jawa Timur. Hal ini membuat DKI Jakarta menempati posisi teratas dalam kasus positif COVID-19 dari 34 provinsi di Indonesia.

Dari data per 8 Agustus 2020, kasus COVID-19 di Jakarta bertambah 686 orang, sedangkan Jawa Timur dengan 429 kasus baru. Adanya penambahan positif lebih banyak di Jakarta karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pemeriksaan spesimen (testing) dan pelacakan kontak (tracing).

" Dalam sepekan ini, angka positif COVID-19 Jakarta dari Maret sampai awal Agustus 2020 ini mungkin seolah-olah besar sekali. Tapi di balik angka itu, kami melihat dari sisi penilaian atau beberapa indikator yang diterapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang adanya positivity rate angka kesembuhan maupun angka kematian," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam dialog di Media Center Satgas COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

 

1 dari 5 halaman

Kenaikan

" Kalau saya boleh cerita bahwa selama sepekan ini angka positif di DKI Jakarta 7, 8 persen. Memang masih lebih tinggi daripada angka WHO karena angka WHO harapannya dalam sepekan itu kurang dari 5 persen. Tetapi secara kumulatif angka positif DKI Jakarta 5,5 persen sejak Maret sampai dengan sekarang," ungkap Widya.

Perkembangan positivity rate DKI Jakarta juga mengalami kenaikan. Dari data laman corona.jakarta.go.id per 7 Agustus 2020, positivity rate Jakarta yang dihitung dari kasus baru COVID-19 sebesar 9,8 persen. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding 6 Agustus 2020 dengan 8,6 persen.

 

2 dari 5 halaman

Pelacakan Kontak

Di balik jumlah kasus COVID-19 Jakarta yang tinggi, Widyastuti menerangkan, adanya pemeriksaan PCR dan pelacakan kontak. Hal ini sangat berdampak pada penambahan angka.

" Kami elakukan testing secara masif melalui dua strategi pendekatan. Ada tracing kontak pada kasus konfirmasi positif COVID-19. Begitu ada kasus positif yang dilaporkan oleh rumah sakit, kami langsung testing kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya yang kontak erat dengan pasien-pasien tadi," kata Widya.

Upaya DKI Jakarta juga fokus mendatangi tempat-tempat atau daerah-daerah, seperti kelurahan dan RW yang paling berisiko kemungkinan tertular COVID-19. Hal ini dilihat dengan menghitung laju kecepatan insiden rate--perhitungan jumlah kasus positif per 100.000 penduduk.

3 dari 5 halaman

Titik Terang Vaksin Covid-19, 40 Juta Dosis Siap Disuntikan Januari 2021

Dream - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19, Erick Thohir, menyebutkan, PT Bio Farma tengah menyelesaikan uji klinis tahap ke tiga vaksin Sinovac asal China.

Jika pelaksanaannya lancar dan tidak ada hambatan, Erick optimistis bisa segera memproduksi vaksin Covid-19 dan menyuntikkan 30 hingga 40 juta vaksin di awal tahun 2021 ke masyarakat Indonesia.

" Kalau ini benar semua, Januari-Februari kita bisa menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin," ujar Erick dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 5 halaman

Erick menjelaskan, pelaksanaan penyuntikan tersebut nantinya akan membutuhkan kerja sama yang kompak antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Hal ini karena kapasitas imunisasi vaksin di Indonesia berkisar antara 40 juta penyuntikan. Di sisi lain, Erick mengatakan Indonesia membutuhkan vaksin untuk mengimunisasi 160 hingga 190 juta orang.

" Kalau dua kali suntik jadi 320 sampai 380 juta vaksin. Kapasitas kita 40 juta per tahun, tiba-tiba sekarang harus 320 sampai 380 juta setahun. Sesuatu yang impossible kalau kerja sendiri-sendiri," ujarnya.

Namun, hal tersebut harus dilakukan mengingat ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk dan lebih lama bangkit, serta masalah kesehatan aja semakin parah jika wabah tidak segera diakhiri.

5 dari 5 halaman

Erick Thohir Kunjungan PT Bio Farma© Liputan6.com

Sebagai informasi, PT Bio Farma menyatakan siap memproduksi 250 juta vaksin Covid-19 hingga akhir tahun 2020. Indonesia sendiri melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek/BRIN) sedang mengembangkan vaksin Merah Putih, tapi masih dalam tahap awal.

Jika kasusnya demikian, maka masih diperlukan vaksin tambahan untuk mencukupi kebutuhan hingga 380 juta.

" Oleh karena itu selain vaksin Bio Farma, vaksin Merah Putih, juga kerja sama dengan Eropa, Amerika. Karena prioritasnya kita jangan lihat vaksin ini dari warga negaranya dulu, yang pasti kita harus memastikan imunisasi untuk rakyat ini tercepat dan halal," tuturnya.

 

 

Beri Komentar