Idap Stroke, Mantan Kepala Satpol PP DKI Cerita Pengalaman Sering Usir Pengemis

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 20 Januari 2020 10:00
Idap Stroke, Mantan Kepala Satpol PP DKI Cerita Pengalaman Sering Usir Pengemis
Sudah mengidap stroke selama 8 tahun

Dream - Dulu, Haryanto Badjuri kerap berurusan dengan pengemis, gelandangan, dan pedagang kaki lima di ibu kota. Maklum, dia merupakan mantan Kepala Satan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta. Sehingga ketertiban kota menjadi tanggung jawabnya.

Bila dulu sering mengusir orang-orang para pengamen, gelandangan, dan pedagang, kini dia ingin merasakan hidup di jalanan. Pria yang kini menjabat sebagai Direktur PT Jaya Ancol Tbk, itu melakukan sosial eksperimen dengan menjadi pengamen.

Dengan duduk di atas kursi roda, Haryanto mencoba mengamen di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Dia memang harus duduk di atas kursi roda karena mengidap stroke. Penyakit itu sudah dideritanya selama delapan tahun terakhir.

 Dream.co.id

Dari eksperimen mengamen selama dua jam, ia mendapat uang Rp15 ribu. Dalam sosial eksperimen itu, Haryanto memberikan uang Rp100 ribu dan jam tangan kepada orang-orang yang rela menyisihkan rezeki untuknya ketika mengamen.

" Tadi dapat Rp15 ribu, lumayanlah," kata Haryanto di Jakarta, Jumat 117 Januari 2020.

1 dari 5 halaman

Coba Jadi Pengamen

Haryanto mengaku, saat masih menjadi Satpol PP merupakan sosok yang galak ketika melakukan razia terhadap gelandangan, pengemis dan pedagang yang menyalahi aturan. " Dulu saya jadi kepala Satpol PP, suka urusin pedagang," ucap dia.

Namun, sikap keras itu tidak berarti menindas. Haryanto tetap berlaku baik pada para pengemis dan pedagang. Dia bahkan mengaku menyekolahkan beberapa di antara mereka hingga ke perguruan tinggi. Orang-orang yang dibantu Haryanto tidak hanya berasal dari Jakarta.

" Ada pengamen, disekolahkan dibawa ke Jakarta. Tugasnya cuma satu, belajar sampai capek, S2 dan S3 dibiayai," ucap tambah Haryanto. Hatinya bahagia apabila ada orang tidak mampu yang ditolong. Meski demikian, tak sedikit juga orang-orang tidak dapat dibantu karena keterbatasan.

2 dari 5 halaman

`Ngeprank` Jadi Gelandangan, Andika Kangen Band Malah Diciduk Satpol PP

Dream - Ada kejadian yang menggelitik terjadi pada Andika Kangen Band saat mencoba membuat prank dengan menyamar menjadi gelandangan. Aksi itu dilakukan pria bernama asli Maesa Andika Pratama untuk kebutuhan konten Youtube.

Bukannya mendapat konten yang menyentuh penonton, Andika malah terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melihatnya berkeliaran disekitar hotel.

" Bikin prank malah ditanggep satpol pp saya. Iya ditangkep saya mas," kata Andika dalam chanel youtube Deddy Corbuzier.

Andika menceritakan awalnya sengaja menyamar menjadi gelandangan untuk membagikan uang kepada warga sekitar. Dengan mengubah penampilan, pria berusia 36 tahun itu berharap wajahnya takkan dikenali. 

 

3 dari 5 halaman

Apes, Satpol PP juga Tak Mengenalinya

 Andika Kangen BandAndika Kangen Band © Youtube @andika mehasa official

Aksi gagal Andika Kangen Band ngeprank (Foto: Youtube @andika mahesa official)

Riasan yang dibuat Andia memang sukses membuat orang di sekitar hotel tak mengenalinya. Sayang, aksinya malah membuat Andika menjadi apes. 

Satpol PP yang juga tak mengenali wajahnya malah menjaringnya karena dianggap gelandangan.

" Kita prank aja kita bagi-bagi duit eh malah ditanggep Satpol PP. Gue jadi 
gelandangan, aduh diludahin orang," katanya.

Sejak kejadian tersebut, pria yang sering dijuluki Babang Tamvan itu kapok melakukan prank dengan berdandan seperti gelandangan. Apalagi saat penangkapan, Andika mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan.

" Ternyata peduli sama orang berat. Yang kita lakukan baik belum tentu baik dimata orang, padahal kita mau kasih uang," ujarnya.(Sah)

 

4 dari 5 halaman

Iseng Nge-Prank Kantor Polisi, Pria Ini Terancam 3 Tahun Bui

Dream - Pria berusia 36 tahun diamankan polisi. Dia diduga kerap iseng menelepon polisi dan Angkatan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) antara Juni dan Juli.

Dilaporkan Stomp, polisi menyebut, mereka menerima setidaknya empat telepon antara 11 Juni dan 20 Juli.

Telepon dari seseorang yang melaporkan kebakaran sampai ancaman bunuh diri di Chai Chee Road dan Chai Chee Avenue, Singapura.A

Petugas dari Divisi Kepolisian Bedok dan SCDF menanggapi insiden ini. Tapi, hasil pengecekan lokasi, tidak ada kebakaran atau orang yang dalam kesulitan mental.

Investigasi awal mengungkapkan penelepon telah melakukan panggilan ini dari telepon umum.

Petugas dari Divisi Kepolisian Bedok menetapkan identitas pria iseng tersebut. Polisi menangkapnya pada 23 Juli 2019.

Investasi mengenai kasus ini sedang berlangsung. Tetapi, di Singapura, siapa pun yang terbukti bersalah mengirimkan pesan palsu akan dihukum dengan denda hingga US$10.000, setara Rp139 juta, dan dipenjara hingga tiga tahun, atau menjalani keduanya.

5 dari 5 halaman

Bocah Nge-Prank Tuyul di Depok, Apes `Penampakannya` Kepergok Polisi

Dream - Aksi prank yang dilakukan para youtuber lambat laun mulai banyak ditiru masyarakat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga mulai melakukan aksi menjahili orang lain ini.

Sayangnya mereka sering kali kelewatan dalam melakukan aksi prank tersebut. Seperti dilakukan seorang bocah ini.

Mengutip akun Instagram @the_jags_team, seorang bocah baru saja diamankan anggota reserse Polres Depok yang terkenal sebagai tim Jaguar saat melakukan aksi prank.

Ditilik dari akun tersebut, si bocah sedang melakukan aksi prank dengan berpura-pura menjadi tuyul. Hanya mengenakan celana berwarna putih, wajah bocah tersebut dibaluri serbuk berwarna putih.

Bocah itu tampak sedang duduk bersama seorang anggota tim Jaguar di sebuah pendopo.

" Eh ada lagi guys... prank tuyul... jika bertemu tuyul jangan di kasih dompet ya guys... tapi kasih daun aja," tulis akun tersebut.

 Prank tuyul di depokPrank tuyul di depok © Instagram

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak