Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Wacana pemerintah menerapkan sertifikasi pada khatib dianggap aneh. Pemerintah kemudian dianggap mencoba mengintervensi isi khotbah Jumat melalui sertifikasi tersebut.
" Saya lihat untuk sertifikasi khatib itu sebuah keanehan," kata Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis, di Jakarta, Kamis 9 Februari 2017.
Padahal, kata dia, khatib itu mempunyai peran untuk mengobati penyakit masyarakat dengan cara menyampaikan tausiyah-tausiyah, sehingga masyarakat selalu merasa tenang.
Sobri menganggap sertifikasi hanya upaya pemerintah untuk mendikte para khatib saja. Selain itu, akan muncul paradigma buruk dari masyarakat kepada pemerintah.
" Jadi sertifikasi khatib ini bagian syahwat politik penguasa. Khatib mau diatur-atur," ungkap Sobri.
© Dream
Dalam kesempatan itu Sobri juga menanggapi aksi teror yang terjadi pada tiga posko mereka. Dia menyerukan kepada seluruh anggota FPI bersiaga.
" Saya umumkan siaga satu kepada seluruh anggota FPI, mulai jaga malam di pos-pos FPI dan di (tempat) tokoh-tokoh FPI," kata Sobri.
Menurut Sobri, FPI telah melaporkan kasus teror tersebut kepada polisi. Tapi, hingga saat ini polisi belum dapat mengungkap siapa pelakunya.
" Kita sudah laporkan, sampai sekarang tidak ada perkembangan signifikan dari kepolisian," ujar dia.
Sobri menilai polisi terkesan ogah-ogahan mengusut kasus teror itu. Dia berharap polisi dapat segera mengungkap kasus teror yang dialami FPI.
" Kita ingin kepolisian usut tuntas, jangan kalau FPI penanganan malas-malasan," ucap dia.
Sobri mengaku saat ini tidak ada korban akibat pelemparan bom molotov. FPI hanya menderita kerugian materiil saja.
Sebelumnya dikabarkan, pada tanggal 2 Februari 2017, posko FPI di Pasar Rebo, Jakarta Timur dilempar bom molotov. Kemudian pada tanggal 7 Februari 2017 posko DPC FPI di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Selang sehari, Posko FPI yang juga rumah sekretaris DPW Jakarta Barat juga dilempari bom molotov.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya