Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Gambar Al Khawarizmi Yang Dipajang Di Museum Nobel Dubai (gulfnews.com)
Dream - Banyak yang mengakui perkembangan ilmu fisika dipengaruhi oleh para ilmuwan Islam. Peran mereka sangat besar dengan menciptakan pelbagai teori dan teknologi yang bermanfaat bagi ilmu fisika.
Karya-karya para ilmuwan Islam tersebut kini dapat dijumpai di Museum Nobel. Museum baru ini dibuka di Dubai oleh yayasan Mohammad Bin Rashid Al Maktoum Foundation (MBRF), bekerja sama dengan Museum Nobel di Swedia.
Museum ini memajang sejumlah karya dan profil para ilmuwan Muslim dan Arab antara 780 hingga 1585 Masehi.
Beberapa di antaranya seperti Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi yang menemukan aljabar dan sistem quadran yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah pada matematika. Juga ada Abu Raihan Al Biruni yang menemukan metode untuk menentukan jari-jari bumi.
Selain itu, karya Abdul Rahman Al Sufi yang menerjemahkan dan mengembangkan karya-karya astronomi Yunani kuno juga dipajang di museum ini. Tidak ketinggalan Bapak Optik, Muhammad Ibnu Al Hassan, serta Kepala Astronom Kekaisaran Otoman, Taqi Ad Din Muhammad Ibnu Ma'ruf Ash Shami Al Asadi.
" Jika Anda kembali ke masa lampau, pengembangan, khususnya dalam bidang astrofisika, banyak dilakukan di dunia Islam," ujar Direktur Museum Nobel Swedia Dr Olov Amelin.
Amelin berharap Museum Nobel dapat menginspirasi generasi muda Arab untuk berkontribusi pada masa depan penemuan di bidang fisika.
Manager Tata Letak Museum Wassim Melki mengatakan bagian tentang ilmuwan Islam diletakkan di sisi depan Museum. Ini karena masa Islam jauh lebih tua dibandingkan Nobel.
" Zaman Islam lebih tua dari Nobel, dan mereka merintis penelitian ilmiah, kedokteran, fisika, astronomi, observasi, dan ilmu optik," kata Melki.
" Kami memulainya dengan perkenalan pada akar penelitian ilmiah dan pengembangan dimulai di kawasan ini serta ini akan kembali ke sini," ucap dia.
Sumber: gulfnews.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang