Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Menunggu kelahiran buah hati selalu menjadi momen bahagia bagi para calon orangtua. Itu pula yang beberapa bulan lalu dirasakan Frederick dan Keyvonne.
Pasangan asal Colorado, Amerika Serikat, ini sangat bahagia menunggu bayi perempuan yang diperkirakan lahir pada Januari tahun depan.
Namun sayang, di tengah sukacita itu, Frederick harus memilih untuk menyelamatkan Keyvonne atau janin di dalam kandungan istrinya itu. Kebahagiaan keluarga ini seketika menjadi bencana.
Kisah pilu ini bermula saat Keyvonne mengalami pendarahan beberapa waktu lalu. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan Kevonne harus menjalani operasi Caesar.
Namun bukan hanya itu kabar dukanya. Dokter memberi dua pilihan tersulit dalam kehidupannya, antara menyelamatkan nyawa Keyvonne atau hidup anak yang tengah dikandung istrinya itu.
Pilihan itu, kata Frederick, segera melakukan operasi kepada Keyvonne dan mungkin menyelamatkan hidupnya. Tapi nyawa bayinya tak bisa diselamatkan.
“ Atau putrimu bisa diselamatkan tapi ada kemungkinan kamu kehilangan istrimu,” kata Frederick, dikutip dari laman The Sun, Jumat 7 Desember 2018.
Berat. Lelaki manapun akan sulit membuat pilihan seperti itu. Tapi harus memilih. Begitu pula dengan Frederick. Dia harus menjatuhkan pilihan, meski tak mudah.
Di tengah guncangan emosi itu, Frederick membuat pilihan yang sangat menyakitkan. Dia menguatkan hati untuk merelakan sang istri demi menyelamatkan sang putri.
Pahit memang. Keyvonne tak mampu bertahan. Sementara putrinya selamat. Kini, bayi yang diberi nama Angelique Keyvonne Connie itu dalam kondisi sehat. Bayi itu harus tinggal beberapa minggu di rumah sakit.
Frederick mengatakan, tim dokter telah berusaha menyelamatkan nyawa istrinya. Namun tidak berhasil. “ Dia (Keyvonne) meninggal sebelum dibawa ke ruang operasi.”
Meski telah mengambil keputusan pahit itu, Frederick tak larut dalam kesedihan.
“ Aku bangga telah membuat keputusan itu sebab pada akhirnya jika Keyvonne kemungkinan hidup, dia akan membenciku seumur hidupku sebab aku tahu dia sangat berharap memiliki anak."
Kini, putri Frederick masih dirawat. Angelique harus diberi asupan makan melalui tabung. Dokter masih berusaha menaikkan berat badan bayi yang lahir prematur tersebut.
Frederick telah kehilangan sang istri. Hatinya sedikit terhibur dengan putri yang baru lahir tersebut. Namun kisah sedihnya masih harus berlanjut. Dia harus bekerja keras untuk membayar utang biaya rumah sakit yang menggunung.
Tapi, bapak manapun akan rela jumpalitan untuk keluarganya. Apalagi untuk menyelamatkan sang anak. Demikian pula dengan Frederick. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya