6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menag Lukman Hakim Saifuddin (Kemenag.go.id)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan kuatnya keimanan seseorang tidak hanya ditentukan dari tingkat kerajinan dalam beribadah. Lebih dari itu, tinggi rasa cinta dan kepedulian seseorang pada sesama menjadi indikator keimanan sejati.
" Beragama tanpa rasa dan nilai kemanusiaan akan membuatnya hampa," ujar Lukman, dikutip dari Kemenag.go.id.
Lukman mengajak umat Islam membangkitkan kembali rasa kemanusiaan. Hati dan jiwa perlu dibangkitkan dari keterpurukan akibat keegoisan, keangkuhan, serta kecintaan pada dunia.
" Mari beragama dengan cinta dan kasih kepada sesama. Beragama tanpa cinta akan hampa tak bermakna. Sebaliknya, bercinta tanpa agama tak akan kekal bahagia," kata Lukman.
Selanjutnya, Lukman mengingatkan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang tepat bagi umat Islam untuk memanjatkan syukur dan kecintaan kepada Sang Nabi. Sekaligus meneladani sifat Nabi SAW yang menyebarkan cinta dan energi positif kepada umat.
" Salah satu rahasia kesuksesan dakwah Nabi adalah kepemimpinan yang berlandaskan cinta kepada sesama, penuh kasih sayang dan lemah lembut dalam bingkai semangat persaudaraan," kata Lukman.
Dia juga menjelaskan kelembutan tidak menandakan kelemahan. Dalam kelembutan justru tersimpan kekuatan, yang mampu menggerakkan simpati orang lain sehingga memilih mendekat.
" Sifat kasih sayang dan lemah lembut Nabi menjadi magnet bagi banyak orang, bahkan mengubah lawan menjadi kawan," ucap dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
