Alasan Menkes Tolak Dirikan Posko Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 29 Januari 2020 08:01
Alasan Menkes Tolak Dirikan Posko Virus Corona
Terawan mendorong masyarakat aktif melaporkan kasus dugaan terjangkit corona lewat ponsel.

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengatakan pihaknya tidak akan mendirikan posko pelaporan kasus infeksi virus corona. Terawan menilai posko pengaduan online jauh lebih efektif.

" Posko itu sudah ada di tangan Anda, di handphone-handphone Anda, itu informasi," ujar Terawan di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

Terawan menjelaskan informasi dapat tersebar dengan cepat melalui ponsel. Juga jauh lebih mudah diakses masyarakat.

" Kalau bikin bangunan untuk apa, memboroskan. HP saudara ini adalah posko-posko informasi yang akan di-blast informasinya, melalui media, TV," ucap dia.

Terkait dengan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di China, Terawan mengatakan langkah tersebut dijalankan di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

" Itu sudah ditangani oleh kementerian luar negeri, kan leading sector Menteri Luar Negeri. Kemenkes akan membackup apa yang bisa dilakukan," kata dia.

Saat ini, 11 dari 13 pasien suspect virus corona yang menjalani perawatan di rumah sakit di Indonesia terbukti negatif terjangkit. Sementara, dua lainnya masih menunggu hasil laboratorium.

1 dari 5 halaman

Virus Corona Diduga Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Dream - Menyebarnya virus Corona jenis baru (2019-nCoV) diduga berasal dari pasar grosir Huanan Seafood di Wuhan, China. Tapi ada spekulasi lain, yang menyebut virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

Nature, sebuah laman penerbitan akademik Springer Nature, yang memperbarui jurnal ilmiah, telah menulis tentang laboratorium yang baru dibangun di Wuhan pada 2017. Laman tersebut menulis mengenai pembangunan lima hingga tujuh fasilitas biosafety level-4 (BSL-4) di seluruh daratan China.

Laboratorium biosafety level-4 merupakan laboratorium biosafety level tertinggi yang digunakan untuk diagnosis patogen berbahaya seperti virus Ebola dan patogen berbahaya lainnya.

2 dari 5 halaman

Laboratorium Bocor

Laboratorium yang memenuhi syarat sebagai BSL-4 harus memenuhi kriteria penyaringan udara, pengolahan air, limbah sebelum meninggalkan tempat. Para peneliti juga diharuskan berganti pakaian dan mandi sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas lab.

Singkatnya, laboratorium BSL-4 memenuhi syarat untuk menangani patogen yang paling berbahaya.

Sementara ahli mikrobiologi China merayakan tonggak sejarah mereka yang luar biasa, beberapa ilmuwan di luar China khawatir tentang pelarian patogen. Sebab, laboratorium baru di Wuhan akan menguji Ebola, SARS, serta virus Lassa Afrika Barat.

Richard Ebright, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengemukakan keprihatinannya ketika virus SARS lolos dari fasilitas tingkat tinggi di Beijing beberapa kali sebelum pembukaan laboratorium Wuhan.

Salah satu alasan mengapa lab khusus ini menjadi viral di internet karena hanya berjarak 32 kilometer dari Pasar Huanan yang terkenal.

3 dari 5 halaman

Viral Video Tangis Dokter Merawat Pasien Corona: `Saya Ingin Hidup Juga`

Dream - Pesatnya penyebaran virus corona telah menyebabkan munculnya rasa frustasi dari tenaga medis di Tiongkok. Setelah viral seorang perawat yang menangis histeris, kini laman sosial media kembali melihat pria diduga dokter yang marah-marah saat melakukan sambungan telepon. 

Saking emosional dengan kondisi yang dihadapinya, dokter yang mengenakan kacamata dan masker itu tak kuasa lagi menahan tangis saat menelepon. 

Untuk diketahui, Wuhan saat ini memiliki 11 juta penduduk. Sejumlah rumah sakit di kota tersebut kewalahan melayani banyaknya jumlah pasien yang terus berdatangan.

Cepatnya penularan virus 2019-NCoV membuta para tenaga medis juga rentan terpapar. Terbukti, seorang dokter dikabarkan meninggal dunia setelah bekerja keras membantu pasien terinfeksi virus corona.

Kelelahan dan kecemasan petugas medis di Wuhan juga dialami dokter di video berikut ini.

Dimana terekam seorang dokter menangis di sela menghadapi banyaknya pasien akibat terkena virus corona.

Dari video terlihat dokter yang tak diketahui namanya itu tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.

4 dari 5 halaman

Ingin Hidup Juga

Dikutip dari World Of Buzz, sambil menangis dokter itu mengatakan bahwa dirinya juga ingin bertahan hidup.

" Saya ingin bertahan hidup juga, tetapi ada begitu banyak orang yang berbaring di tanah," kata dokter dalam rekaman video tersebut.

 DOkterDOkter © dream.co.id

Diketahui bahwa dokter itu tengah mencoba untuk menghubungi ketua rumah sakit.

" Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kita untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang kamu lakukan?" ucapnya.

5 dari 5 halaman

Coba Ditenangkan

Melihat dokter itu dalam kondisi emosional, seorang wanita yang diduga rekannya berusaha menenangkannya.

Namun sang dokter seakan tak menghiraukannya. Ia malah berteriak kepada wanita itu.

" Kami ingin hidup! Lihat situasi ini!," ujar dokter sambil berteriak.

Dokter itu berteriak makin keras hingga seorang wanita menegurnya.

" Jangan ribut...," imbau seorang perawat.

" Saya tidak membuat keributan! Ada begitu banyak orang sakit di atas ranjang, apa yang kita lakukan?!," balas dokter lagi.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya