Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan terus berupaya mencari titik temu metode penetapan awan bulan Hijriah. Ini lantaran hingga saat ini dengan dua metode berbeda antara rukyat dan hisab seringkali memunculkan hasil yang berbeda pula.
Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya telah mengeluarkan fatwa Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Fatwa itu memuat penetapan awal bulan tersebut menggunakan metode rukyat dan hisab yang dijalankan oleh Pemerintah melalui Menteri Agama.
" Fatwa MUI 2004 sudah menetapkan dua hal. Pertama, metode penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah menggabungkan hisab dan rukyat. Maka lahirlah metode imkanur rukyat. Kedua, yang berhak menetapkan adalah pemerintah berdasarkan pandangan ulama," ujar Ma'ruf, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin, 6 Juni 2016.
Ma'ruf mengatakan dua metode ini digunakan dalam sidang isbat selama ini. Dia pun mengakui masih ada perbedaan hasil yang terjadi di lapangan.
" Jadi dua ini yang sekarang digunakan dalam rangka penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat. Bahwa masing ada yang belum sama, kita akan terus mencari metode yang bisa menggabungkan seluruhnya. Mudah-mudahan perbedaan ini nantinya bisa disamakan," ucap dia.
Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Pemerintah dan Ulama bersepakat Indonesia menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Dia mengatakan hisab menjadi metode dasar yang akan dikonfirmasi dengan rukyat.
" Kedua metode ini digunakan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan," kata Lukman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya