Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobil Peugeot Dilakban. (Foto: Khaleej Times)
Dream – Di Jakarta ada kebijakan jika pemilik kendaraan wajib memiliki garasi di rumahnya. Alasannya, dengan lahan yang terbatas, mobil yang parkir di pinggir jalan, apalagi gang sempit, membuat akses menjadi makin sempit.
Sayang kebijakan itu belum sepenuhnya berlaku efektif. Masih banyak mobil yang diparkir di pinggir jalan warga.
Namun jangan coba-coba parkir sembarangan di negeri ini. Apalagi jika penduduknya sangat mudah emosi.
Dikutip Dream dari Khaleej Times, Sabtu, 24 Agustus 2018, kejadian unik terjadi di Bristol, Inggris. Seorang turis seenaknya memarkir mobil sembarangan. Jarak mobil dengan bandara hanya 2 mil. Ini membuat penduduk setempat menggerutu.
Tanpa banyak berkata-kata, mereka akhirnya melampiarkan kekesalannya terhadap mobil bermerek Peugeot 107 tersebut.
Mobil itu dilempari telur. Tak puas, penduduk setempat menempelkan dua carik kertas sindiran. “ Kalau mampu liburan, kamu juga mampu bayar parkir”.
Tak hanya itu, salah satu ban mobil juga dikempesi.
Seorang pria yang menemukan mobil ini, Sam Lakner, mengatakan turis biasanya memarkir mobilnya di dekat bandara. Dia juga maklum dengan perbuatan orang-orang yang kesal dengan sikap turis yang keterlaluan.
“ Saya pernah melihat tiga orang meninggalkan mobilnya di jalanan. Kami melihat jalan kami diblokir,” kata Lakner.
Selain jalanan di samping bandara, lahan parkir ilegal juga menyebar ke beberapa desa lain dekat bandara. Pengendara berpikir itu adalah alternatif karena biaya parkir di bandara sangat mahal. Yang paling parah, ada juga orang yang memarkir mobilnya di ladang seseorang.
Dream – Ada-ada saja yang dilakukan seorang pria yang ingin berhemat untukasuransi mobilnya. Demi ngirit US$1100 (Rp15,91 juta), dia nekat berbuat sesuatu yang ekstrem. Yaitu, mengubah identitasnya menjadi wanita.
Dilansir dari Oddity Central, Selasa 7 Agustus 2018, pria Kanada ini bernama David rela mengubah identitasnya menjadi seorang perempuan. Aksinya dipicu karena tarif asuransi mobil yang dibayar pria dan wanita per tahunnya tidak sama.
David mengatakan, pria membayar tarif asuransi mobil sebesar US$4.500 (Rp65,11 juta) per tahun. Ketika ditanya kepada pihak asuransi kemungkinan preminya lebih rendah, dia mendapat jawaban bahwa asuransi lebih murah hanya diberikan kepada kepada wanita. Preminya juga lebih murah US$1.100 (Rp15,91 juta).
“ Saya merasa marah dan dipermainkan. Jadi, saya memintanya untuk mengubahjenis kelamin di keterangan polis. Pegawai asuransi mengatakan, ‘Maaf, kami tidak bisa’,” kata dia.
Akhirnya, David mengirimkan surat kepada pemerintah untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita. Beruntung bagi dia, pemerintah di Kanada tidak terlalu berbelit untuk masalah pengubahan jenis kelamin.
“ Itu sangat sederhana. Saya hanya ditanya apakah saya akan diidentifikasi sebagai seorang wanita atau saya menyerupai wanita dan petugas menuliskan surat seperti yang saya inginkan,” kata dia.
Beberapa minggu kemudian, surat dokter dan dokumen pemerintah telah datang. David menerima identitas baru sebagai seorang wanita dan NIK baru.
Pria ini menggunakan identitas barunya untuk mendapatkan premi asuransi mobil murah dan mendapatkan diskon US$91 (Rp1,32 juta) per bulan. Namun, David menegaskan dirinya adalah laki-laki tulen.
“ Saya terkejut, tapi saya sadar. Saya merasa telah mengalahkan sistem. Tapi, saya seorang laki-laki 100 persen. Secara hukum, saya wanita,” kata dia.
David juga menegaskan dia mengganti kelamin di identitasnya agar mendapatkan asuransi mobil yang lebih rendah preminya. “ Saya melakukannya untuk mendapatkan asuransi mobil yang lebih murah,” kata dia.
Akhirnya, David mengirimkan surat kepada pemerintah untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita. Beruntung bagi dia, pemerintah di Kanada tidak terlalu berbelit untuk masalah pengubahan jenis kelamin.
“ Itu sangat sederhana. Saya hanya ditanya apakah saya akan diidentifikasi sebagai seorang wanita atau saya menyerupai wanita dan petugas menuliskan surat seperti yang saya inginkan,” kata dia.
Beberapa minggu kemudian, surat dokter dan dokumen pemerintah telah datang. David menerima identitas baru sebagai seorang wanita dan NIK baru.
Pria ini menggunakan identitas barunya untuk mendapatkan premi asuransi mobil murah dan mendapatkan diskon US$91 (Rp1,32 juta) per bulan. Namun, David menegaskan dirinya adalah laki-laki tulen.
“ Saya terkejut, tapi saya sadar. Saya merasa telah mengalahkan sistem. Tapi, saya seorang laki-laki 100 persen. Secara hukum, saya wanita,” kata dia.
David juga menegaskan dia mengganti kelamin di identitasnya agar mendapatkan asuransi mobil yang lebih rendah preminya. “ Saya melakukannya untuk mendapatkan asuransi mobil yang lebih murah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya