Kisah Pemuda Berbulan-bulan Terjebak di Negeri Sendiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 September 2020 19:00
Kisah Pemuda Berbulan-bulan Terjebak di Negeri Sendiri
Banyak orang merasa lega karena mereka bisa kembali melanjutkan urusannya.

Dream - Penerbangan internasional Arab Saudi berangsur ramai kembali. Banyak orang meninggalkan Saudi setelah pembatasan penerbangan internasional dibuka kembali pada Selasa, 15 September 2020, sementara orang masuk diwajibkan menjalani karantina selama tiga hari.

Penerbangan internasional kini telah diizinkan beroperasi kembali, namun dengan kapasitas penumpang yang dibatasi. Hanya warga asing atau ekspatriat yang sudah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri Saudi untuk pulang ke negara asalnya.

Pembukaan kembali bandara menjadi semacam penawar bagi mereka yang ingin berangkat dari bandara Saudi namun tertunda selama berbulan-bulan. Saudi menutup penerbangan internasionalnya pada 15 Maret lalu untuk menekan penyebaran infeksi virus corona.

Mahasiswa penerima beasiswa di Delawara State University, Ali Abdulhamed, pulang ke Saudi untuk liburan musim semi beberapa hari sebelum diberlakukannya penutupan. Dia mengaku sempat kaget dengan keputusan tersebut dan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

" Apakah saya bisa kembali kuliah atau tetap di Jedah dan menyelesaikan semester saya secara online? Itu adalah saat yang membingungkan tapi senang rasanya bisa menghabiskannya bersama keluarga," ujar Ali.

1 dari 3 halaman

Terjebak di Negara Sendiri

Ali mengaku, selama berada di Saudi, dia terus mencari informasi untuk bisa kembali ke Amerika Serikat. Dia juga sudah dua kali mengajukan permohonan izin bepergian ke platform pemerintah namun selalu gagal.

" Mereka bilang ini sudah ketiga kalinya. Setelah ada berita penerbangan internasional dibuka lagi, sekarang saya bisa terbang kembali ke Washington DC pekan depan," kata Ali.

Pada Minggu, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan pembukaan sebagian penerbangan internasional. Kerajaan akan mengakhiri seluruh pembatasan pada transportasi udara, darat dan laut setelah 1 Januari tahun depan dengan tanggal pasti akan diumumkan pada Desember nanti.

 

2 dari 3 halaman

Bisa Bisnis Lagi

" Syukurlah, saat seluruh dunia menyerah pada keadaan akibat Covid-19, banyak perusahaan dan perwakilan mereka yang kooperatif," kata pengusaha restoran di Jeddah, Saleh Mohammed.

Saleh kerap terbang untuk bertemu dengan pemasok bahan baku restorannya dari Malaysia dan Indonesia. Dia rutin terbang ke dua negara tersebut sebanyak tiga kali dalam setahun.

" Dengan dibukanya kembali penerbangan, sekarang saya bisa mengatur bisnis saya jika dan ketika saya memutuskan bepergian, meski saya masih merasa tidak nyaman, apalagi tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada saya di luar negeri," kata Saleh.

 

3 dari 3 halaman

Syarat Untuk Orang Yang Masuk Saudi

Mereka yang tiba di Saudi diwajibkan menjalani karantina mandiri selama tiga hari di rumah masing-masing. Hal ini berlaku untuk semua, termasuk mereka yang menunjukkan hasil tes PCR negatif yang dilakukan dalam 48 jam terakhir.

Selain itu juga diwajibkan mendaftar pada aplikasi Tettaman Kementerian Kesehatan Saudi untuk mengetahui lokasi mereka dalam waktu delapan jam setelah kedatangan. Ini guna memastikan mereka tidak melanggar ketentuan karantina.

Pendatang juga harus mengunduh aplikasi Tawakalna. Ini untuk memantau dan memfasilitasi masalah izin elektronik pergerakan bagi mereka yang menjalani karantina.

Sumber: Arab News

Beri Komentar