Viral Foto Peta Jakarta Sudah Zona Hitam Covid-19, Cek Faktanya!

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 12 Agustus 2020 15:35
Viral Foto Peta Jakarta Sudah Zona Hitam Covid-19, Cek Faktanya!
Peta tersebut menetapkan DKI Jakarta masuk zona hitam. Di situ tertera logo Badan Intelijen Negara (BIN).

Dream - Masyarakat khususnya warga ibukota kaget dengan informasi yang beredar viral di platform aplikasi perpesanan, WhatsApp. Dalam pesan itu terlihat gambar peta kawasan DKI Jakarta yang seluruhnya berwarna hitam. 

Pesan berupa gambar peta tertanggal 9 Agustus 2020 itu menyatakan DKI Jakarta berstatus zona hitam. Dalam peta itu tercantum logo Badan Intelijen Negara (BIN).

Diperlihatkan juga indikator warna hitam serta menyebut kasus Covid-19 di Jakarta bertambah lebih dari 1.000 orang dengan tingkat kesembuhan 62,44 persen dan tingkat kematian 3,62 persen.

Zona Hitam© Instagram

(Foto: Whatsapp)

Deputi VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto, menegaskan foto peta tersebut bukan berasal dari institusinya. Secara tegas dia menyebut gambar yang tersebar sebagai hoaks atau bohong.

" Itu bukan dari BIN, itu hoaks," kata Wawan, dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 5 halaman

Tingkat Kesembuhan Tinggi

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Fify Mulyani, menyatakan ada 471 kasus konfirmasi positif Covid-19 baru pada Selasa, 11 Agustus 2020. Sehingga, total kasus terkonfirmasi mencapai 26.664 pasien.

" Adapun jumlah kasus yang masih dirawat ataupun isolasi sebanyak 8.784 orang," kata Fify.

Dari jumlah tersebut, 16.927 orang dinyatakan sembuh. Tingkat kesembuhan di DKI Jakarta mencapai 63,5 persen dari total kasus positif.

Sedangkan 953 orang dinyatakan meninggal dunia. Tingkat kematian di DKI Jakarta mencapai 3,6 persen.

" Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,5 persen," kata Fify.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti)

2 dari 5 halaman

Ada PNS Positif Covid-19, Kantor Kemenkum HAM Tutup Sementara

Dream - Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, ditutup sementara. Hal ini menyusul ditemukannya sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Keputusan penutupan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor SEK-OT.02.02.33. Surat itu menyebutkan penutupan berlangsung mulai 12 hingga 21 Agustus 2020.

" Menyikapi kondisi beberapa ASN (PNS) Direktorat Jenderal Imigrasi yang terkonfirmasi positif Covid-19 aktivitas di gedung Kementerian Hukum dan HAM (eks Sentra Mulia) sementara waktu ditutup mulai tanggal 12-21 Agustus 2020," demikian pengumuman dalam surat edaran tersebut, dikutip dari Merdeka.com.

 

3 dari 5 halaman

Untuk sementara waktu, mulai pimpinan tinggi hingga pegawai Kemenkum HAM diharuskan bekerja dari rumah. Absensi dilakukan secara online melalui aplikasi yang disiapkan.

" Tetap melaksanakan tugas kedinasan dari rumah atau tempat tinggal masing-masing atau WFH dan tetap berpedoman sesuai prosedur WFH, yaitu melakukan absensi mandiri, mengisi jurnal harian melalui aplikasi Simpeg serta menjaankan tugas," demikian surat tersebut.

(Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)

4 dari 5 halaman

44 Perusahaan di DKI Ditutup Sementara karena Karyawan Positif Covid-19

Dream - Pemerintah DKI Jakarta menutup sementara 51 perusahaan terkait pandemi Covid-19. Sebanyak 44 dari 51 perusahaan itu ditutup karena ada yang terpapar Covid-19, sementara tujuh perusahaan lainnya akibat tidak menjalankan protokol kesehatan.

Penutupan itu dilakukan setelah Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta melakukan sidak pengawasan protokol kesehatan Covid-19 terhadap 3.349 perusahaan di ibukota.

" Ada 389 perusahaan mendapatkan peringatan pertama, 101 peringatan kedua dan 51 ditutup sementara," kata Kepala Disnakertrans, Andri Yansah, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 12 Agustus 2020.

5 dari 5 halaman

Menurut Andri, 44 perusahaan yang ditutup sementara karena terdapat kasus Covid-19 itu terdiri dari 12 perusahaan di wilayah Jakarta Pusat dan tiga perusahaan di Jakarta Barat.

" Kemudian, tiga perusahaan di Jakarta Utara serta masing-masing 13 perusahaan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan," tambah Andri.

Sementara itu, tujuh perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19 masing-masing satu perusahaan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

" Lalu ada empat perusahaan di Jakarta Selatan," kata Andri.

Beri Komentar