Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ilmuwan IPB Ungkap Potensi Minyak Kayu Putih Untuk Cegah Virus Corona

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 15 Mei 2020 11:01
Ilmuwan IPB Ungkap Potensi Minyak Kayu Putih Untuk Cegah Virus Corona
Minyak Kayu Putih punya kandungan senyawa 1,8 sineol yang diyakini dapat mencegah Covid-19.

Dream - Pandemi virus corona menciptakan berbagai krisis di berbagai sektor secara global. Apalagi, hingga hari ini vaksin Covid-19 belum juga ditemukan.

Dalam kondisi seperti ini, tindakan yang paling tepat dalam mencegah tertular virus yaitu dengan menjaga kebersihan dan menetapkan physical distancing. Selain itu, berbagai penelitian sudah dilakukan dalam menghadapi virus mematikan ini.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Hanny Wijaya, memaparkan minyak kayu putih memiliki potensi untuk membantu mencegah tertular virus corona. Dia mendasarkan argumennya pada laporan penelitian Sharma dan Kaur yang berjudul Eucalyptus Essential Oil a Potential Inhibitor of Covid-19 Coronavirus Infection by Molecular Docking Studies.

Penelitian tersebut menjelaskan senyawa 1,8 sineol berpotensi menjadi senyawa yang dapat menghambat Covid-19. Senyawa yang dikenal dengan nama cajuputol adalah senyawa monoterpen yang sering diberitakan memiliki kemampuan anti-inflamasi.

1 dari 3 halaman

Mengandung Antioksidan

Selain itu, senyawa ini memiliki antioksidan yang terbukti dapat berperan sebagai co-medication pada penyakit inflamasi saluran pernafasan seperti asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).

" Hasil penelitian ini menguatkan potensi minyak atsiri kayu putih sebagai pencegah virus Covid-19, walau studi ini masih perlu dilanjutkan dengan pembuktian empiris," ujar Hanny, melalui keterangan tertulis.

Senyawa 1,8 sineol terkandung dalam minyak kayu putih atau lebih tepatnya minyak atsiri asli Indonesia. Bahkan senyawa 1,8 sineol dalam minyak kayu putih mencapai 47,61 persen.

 

2 dari 3 halaman

Pemanfaatan Minyak Kayu Putih

Dewan Atsiri Indonesia menyatakan minyak kayu putih dan minyak ekaliptus didefinisikan serupa, yaitu sebagai minyak yang mengandung 1,8 sineol (sineol). Minyak kayu putih, seperti halnya minyak eukaliptus, diketahui kaya akan 1,8 sineol.

" Penelitian terhadap minyak ekaliptus, yang komposisi senyawa terkandungnya mirip dengan minyak kayu putih, seperti yang dilaporkan baru-baru ini oleh Balitbang Pertanian memiliki kemampuan untuk membunuh 80-100 persen virus corona model," jelasnya.

Minyak kayu putih secara tradisional dimanfaatkan dalam bentuk infused water (tetesan minyak dilarutkan ke dalam air) untuk pengobatan seperti sakit perut, cacingan, batuk dan masuk angin (inflamasi). Minyak kayu putih yang aman dikonsumsi yaitu yang murni dan dalam kadar rendah. Tetapi jarang ada produsen yang mengolah minyak kayu putih murni.

" Belum banyak produk pengolahan minyak kayu putih untuk dikonsumsi di dunia maupun di Indonesia, salah satu produk pengolahan minyak kayu putih sebagai produk pangan ialah permen minyak kayu putih," tutur dia.

 

3 dari 3 halaman

" Hasil penelitian lanjutan menunjukkan bahwa permen ini juga mempunyai potensi untuk menjaga homeostasis mikroflora mulut," Sambungnya, " Selain itu potensinya sebagai penyegar bau mulut (pencegah halitosis) juga telah dibuktikan," ucap Hanny.

Hanny mengatakan permen kayu putih CC yang kaya akan 1,8 sineol diharapkan dapat menjadi alternatif “ konsumsi” minyak kayu putih yang menyenangkan. Juga memberikan kontribusi positif bagi pencegahan virus corona yang efektif mengingat pelepasan senyawa 1,8-sineol akan langsung pada saluran hidung dan tenggorokan (saluran pernafasan).

Berdasarkan data dari badan statistik Worldmeters hingga Rabu, 13 Mei 2020, telah ada 4.357.565 kasus Covid-19 yang tersebar di 212 negara. Sebanyak 293.216 orang meninggal dunia dan 1.611.236 pasien dinyatakan sembuh.

Beri Komentar