Presiden Duterte Kecelakaan Motor

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 18 Oktober 2019 15:02
Presiden Duterte Kecelakaan Motor
Juru bicara Presiden Filipina menyebut Duterte tak mengalami cedera serius.

Dream - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengalami luka-luka di bagian pinggul dan lecet karena mengalami kecelakaan. Duterte dilaporkan mengalami kecelakaan pada Kamis, 17 Oktober 2019.

Dilaporkan The Star, Duterte mengalami kecelakaan di kompleks istana kepresidenan Malacanang.

Kecelakaan itu terjadi setelah Duterte mengumumkan kondisi kesehatannya 10 hari lalu. Duterte mengklaim mengalami myasthenia gravis, penyakit autoimun yang berpotensi memiliki komplikasi serius.

" Presiden menggapai sepatu ketika dia jatuh dari sepeda motornya, yang mengakibatkan cedera ringan, memar ringan dan sedikit goresan, pada siku dan lututnya," kata juru bicara presiden, Salvador Panelo.

Panelo mengatakan, cedera yang dialami Duterte tidak akan memerlukan perawatan besar dan " tidak ada yang perlu dikhawatirkan" .

Panelo menolak menjelaskan peristiwa kecelakaan yang dialami Duterte. " Apa pun ceritanya, yang penting, tangan baik-baik saja dan tidak ada cedera besar," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Rodrigo Duterte Ingin Nama Filipina Diganti Lebih Berbau Melayu

Dream - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengusulkan perubahan nama negaranya. Duterte ingin mengembalikan nama Filipina ke Maharlika untuk menghilangkan pengaruh sejarah kolonial.

Dalam bahasa Inggris, Maharlika berarti bangsawan. Pergantian nama menjadi Maharlika ini juga pernah disampaikan mantan presiden Filipina, Ferninand Marcos.

“ Suatu hari, mari kita ubah,” kata Duterte, dikutip The National, Kamis, 14 Februari 2019.

“ Marcos benar. Dia ingin mengubah nama negara jadi Maharlika karena kata itu merupakan kata Melayu," ucap dia.

Filipina merupakan jajahan Spanyol selama 350 tahun. Nama itu disematkan oleh Raja Philip II. Setelah kekalahan Spanyol dalam perang Spanyol-Amerika Serikat (AS) pada 1898, Filipina menjadi wilayah AS hingga merdeka pada 1946.

Dalam masyarakat Tagalog pra-kolonial, Maharlika merupakan kelas bangsawan posisinya berada diantara rakyat jelata dan penguasa Maginoo. Marcos mempopulerkan istilah itu di era modern.

Marcos mengaku telah memerintahkan sekelompok gerilyawan yang disebut Unit Maharlika selama Perang Dunia II. Usulan perubahan namanya menjadi Maharlika bertujuan untuk mempromosikan nasionalisme setelah menempatkan Filipina di bawah kekuasaan militer.

2 dari 5 halaman

Terkait Kondisi Kesehatan Duterte?

RUU parlemen 1978 mengusulkan perubahan nama tetapi tidak pernah diberlakukan. Perubahan yang diusulkan kemudian kehilangan popularitas karena hubungannya dengan pemerintahan diktator dan korup Marcos.

Salvador Panelo, juru bicara Duterte menyebut, orang nomor 1 Filipina itu tidak memiliki rencana formal untuk mengubah nama negara. " Dia mengekspresikan ide lagi seperti biasa," kata Panelo.

Dengan munculnya gagasan itu, kemungkinan Filipina akan menulis ulang konstitusi dan akan membutuhkan persetujuan publik untuk referendum, kata Panelo.

Perubahan nama itu muncul saat isu mengenai kesehatan Duterte sedang jadi sorotan. Pada Minggu, 10 Februari 2019, dia muncul melalui siaran langsung untuk membantah kabar telah meninggal dunia.

" Bagi mereka yang percaya pada berita bahwa saya meninggal, maka saya meminta Anda, tolong doakan agar jiwa saya tetap tenang," kata Duterte.

Kesehatan Duterte memang telah menjadi perhatian publik setelah dia menjalani tes medis pada Oktober 2018. Dia sebelumnya mengatakan, akan mengundurkan diri jika didiagnosis menderita penyakit serius. Tetapi menyatakan keberatan untuk digantikan oleh Wakil Presiden, Leni Robredo, yang memimpin oposisi.

3 dari 5 halaman

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Islam, Allahu Akbar!

Dream - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melontarkan pernyataan mengejutkan. Dia mengaku sebagai seorang Muslim.

" Saya Islam. Itu benar," kata Duterte dalam pidato pengesahan Undang-undang Organik Bangsamoro (BOL), sepekan lalu.

Menurut laman Manila Times, di hadapan umat Islam Kota Cotabato pada 20 Januari 2019, Duterte menjelaskan alasannya kerap bertengkar dengan pendeta. Dia bahkan juga mengkritik dan menyebut gila.

" Ada bagian dari diri saya yang sebenarnya adalah Islam. Itu sebabnya bahkan jika saya dan para pendeta gila itu bertengkar, saya bukan seorang Katolik," ucap dia.

“ Tuhan pasti baik untuk kita. Fakta bahwa kita telah mencapai titik ini setelah bertahun-tahun negosiasi dan interupsi. Kita di sini. Insya Allah. Tuhan itu Agung. Allahu Akbar,” tambah Duterte.

Pernyataan Duterte datang sehari setelah meminta para pemimpin Gereja Katolik untuk tidak ikut campur dalam menjalankan pemerintahan.

 

4 dari 5 halaman

Tuhan Bodoh

Sebab sehari sebelum pernyataan itu dilontarkan, Uskup Agung Lingayen-Dagupan Socrates Villegas menyatakan keprihatinan atas kesehatan Duterte.

Juru bicara kepresidenan, Salvador Panelo, segera menanggapi pernyataan otoritas gereja. Panelo mengatakan omelan Presiden terhadap para kelompok dan ajaran-ajaran Katolik seharusnya tidak membuat para uskup khawatir.

" Pemimpin gereja tidak perlu bertindak tertekan dan memanifestasikan komentar tidak menyenangkan mereka terhadap Presiden, terutama sehubungan dengan bagaimana Presiden menjalankan pemerintahan," ucap Panelo.

Duterte, lahir dan besar sebagai seorang Katolik. Tapi, secara rutin menyerang gereja dan ajarannya.

Tahun lalu, dia melempar kritik setelah menyebut Tuhan " bodoh." Dia melakukan dialog dengan para pemimpin gereja setelah melontarkan kata-kata kasar.

Selain itu, Duterte juga pernah menyarankan masyarakat untuk merampok dan membunuh para pendeta yang berpenghasilan tinggi. Serangan itu dilontarkan seiring kritik terhadap perang narkoba Duterte yang dilakukan dengan sangat brutal.

5 dari 5 halaman

Duterte Minta Maaf kepada Tuhan

Dream - Rodrigo Duterte akhirnya meminta maaf kepada Tuhan, yang sebelumnya dia sebut “ bodoh”. Presiden Filipina ini sebelumnya membuat banyak warganya marah karena pernyataan kontroversial tersebut.

Duterte menyampaikan permohonan maaf itu dalam pertemuan dengan pendiri Jesus is Lord Church Worldwide, Eddie Villanueva, salah satu tokoh yang mengritisi pernyataannya itu.

“ Jika itu merupakan Tuhan yang sama, maka saya minta maaf. Begitulah. Itulah yang saya katakan, Maaf, Tuhan,” kata Duterte, dikutip dari Philstar.com, Kamis 12 Juli 2018.

Sebelumnya, Duterte menyebut Tuhan “ bodoh” karena menciptakan Adam dan Hawa, lantas memberi mereka godaan. Banyak rakyat Filipina marah dan memberikan kecaman kepada Duterte. Baca di siniPernyataan Duterte tentang Tuhan Bakar Amarah Rakyat Filipina

Namun, para pendukung Duterte menyebut pernyataan itu diungkapkan untuk menetang para pemimpin Gereja Katolik atau keyakinan yang “ keliru” dari penganut Katolik. Tapi banyak yang berpendapat bahwa penggunaan konsep Adam dan Hawa bukan hanya milik Katolik, melainkan juga Protestan, juga Muslim.

“ Tapi konsep saya terhadap Tuhan, ketika itu dipakai oleh orang-orang yang menggunakan nama Tuhan secara sia-sia, ingat ada pembagian antara negara dan gereja,” tutur Duterte.

Pembedaan antara gereja dan negara, yang tertuang dalam konstitusi negara itu memag melarang pembentukan agama nasional dan camput tangan negara terhadap kebebasan beragama rakyatnya.

Sejumlah pendakwah Katolik dan pengacara mengatakan bahwa gereja memiliki kewajiban untuk berbicara untuk memerangi penyakit sosial karena pemerintah memiliki dimensi moral.

Namun Duterte mengingatkan para pemimpin agama agar tak menggunakan agama untuk menyerang pemerintah. “ Itu bukan cara baik untuk dilakukan. Saya yakin itu bukan yang diinginkan Tuhan,” ujar dia.

Duterte menegaskan permintaan maaf ini hanya ditujukan kepada Tuhan, bukan orang lain. Bagi Duterte, jika dia benar-benar bersalah, maka Tuhan akan senang mendengar permintaan maafnya tersebut.

“ Mengapa? Karena Tuhan saya pemaaf. Mengapa? Karena dia tidak ingat luka di masa lalu. Mengapa? Karena Tuhan menciptakan saya untuk berbuat baik dan tidak melakukan keburukan,” tegas Duterte.

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik