JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi
Dream - Jenggot bagi sebagian orang dianggap sebagai bagian dari sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Sehingga banyak pria yang memelihara jenggot demi mengikuti kebiasaan Rasulullah.
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abu Umar RA. " Potonglah kumismu dan biarkan jenggotmu panjang."
Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan Muslim disebutkan, " Berbedalah dengan orang musyrik, potong kumismu dan biarkan jenggotmu panjang."
Dua hadis di atas menyiratkan anjuran memelihara jenggot. Tetapi, pada hadis ke dua terdapat illat atau sebab menjalankan sunah itu, yaitu agar tidak menyerupai orang musyrik.
Lantas, bagaimana dengan mereka yang memilih tidak memelihara jenggot?
Terkait masalah ini, KH Ali Mustafa Yakub pernah membuat ulasan berdasarkan disiplin ilmu Mustolah Hadits atau ilmu pengkajian hadits. Menurut Kiai Ali, hadits tidak dapat dipahami sepotong-sepotong.
Dalam pandangan Kiai Ali, hadis pertama dan hadis kedua saling melengkapi. Hadis pertama tidak diriwayatkan secara utuh, tetapi kemudian dijelaskan oleh hadis kedua.
Sehingga, Kiai Ali berpendapat titik tekan kedua hadits di atas bukanlah soal memelihara jenggot, melainkan anjuran mukhalafah lil musyrikin atau berbeda dengan orang musyrik. Kiai Ali pun menggenapkan ulasan dengan menyatakan anjuran tersebut muncul dalam konteks peperangan.
Ini dimaksudkan agar pasukan Muslim dapat dengan mudah dikenali oleh Rasulullah.
Lebih lanjut, Kiai Ali menyimpulkan berjenggot merupakan bagian dari kebiasaan dan tidak ada kaitannya dengan agama. Sehingga, Kiai Ali mengingatkan dipersilakan bagi mereka yang ingin memelihara jenggot, tetapi jangan menyebut yang tidak berjenggot tidak mengikuti sunah Rasulullah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
