Mau Nikah Saat PSBB DKI Jakarta? Begini Syaratnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 13 September 2020 12:00
Mau Nikah Saat PSBB DKI Jakarta? Begini Syaratnya
Majelis akad nikah baik di KUA maupun di luar KUA hanya bisa diikuti maksimal 10 orang.

Dream - Kementerian Agama menyatakan layanan nikah di KUA DKI Jakarta tetap dibuka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku mulai 14 September. Tetapi, layanan akan dijalankan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan.

" Sesuai dengan SE Dirjen Bimas Islam, layanan KUA secara nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena PSBB jilid dua, protokol kesehatan dalam layanan nikah di DKI Jakarta akan diperketat," ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muharam Marzuki, dikutip dari Merdeka.com.

Muharam mengatakan layanan nikah dengan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan dari Gugus Tugas Covid-19 setempat. Tak hanya itu, pendaftaran layanan nikah juga sudah dilakukan secara online lewat simkah.kemenag.go.id.

" Pelaksanaan akad nikah baik di KUA ataupun di luar KUA di masa penerapan PSBB hanya boleh dilaksanakan bagi yang telah terdaftar pada tanggal sebelum diberlakukannya PSBB tersebut dan telah disetujui oleh pihak KUA," kata dia.

1 dari 5 halaman

Hadirin Dibatasi 10 Orang

Pelaksanaan akad nikah di daerah PSBB hanya boleh diikuti maksimal 10 orang. Rinciannya yaitu pasangan calon pengantin (2 orang), wali nikah (1 orang), perwakilan saksi (2 orang), perwakilan orang tua calon pengantin (2 orang), penghulu (1 orang), juru kamera (1 orang), dan pendamping calon pengantin (1 orang).

" Tak kalah penting, sirkulasi udara ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan akad nikah dipastikan kondisinya baik," kata Muharam.

Lebih lanjut, Muharam mengingatkan seluruh peserta yang hadir di majelis akad nikah wajib menggunakan masker. Juga wajib jaga jarak minimal satu meter, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk ruangan.

" Khusus pasangan calon pengantin dan penghulu, wajib menggunakan sarung tangan," ucap dia.

Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

2 dari 5 halaman

PSBB Kota Bekasi Bakal Susul Jakarta?

Dream - Pemerintah Kota Bekasi belum akan meniru langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bakal menerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total pada Senin, 14 September 2020. Pemkot tetap menggunakan upaya preventif dalam menangani kasus Covid-19.

" Meski karakter masyarakatnya hampir sama (dengan DKI Jakarta) namun penanganannya berbeda," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dikutip dari Liputan6.com.

Rahmat mengatakan, pihaknya gencar menangani Covid-19 melalui program RW Siaga, Program ini fokus pada ketahanan pangan, menekan angka kriminal, serta pencegahan penularan Covid-19.

" Selain itu kita juga mengadakan program Gebrak Masker dan Tracking Pasien Covid-19," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

ATHB Jadi Pedoman

Rahmat menyatakan pihaknya masih berpedoman pada aturan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) yang diperpanjang hingga 2 Oktober 2020.

Selama rentang waktu tersebut, perekonomian masyarakat tetap berjalan namun pengawasan protokol kesehatan diperketat lagi.

" ATHB Kota Bekasi menyinergikan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi yang aman. Ada juga kawasan-kawasan yang sudah terbebas," ucap Rahmat.

Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga meningkatkan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk lebih mengoptimalkan penanganan Covid-19. Sehingga, penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.

 

4 dari 5 halaman

Tak Tutup Kemungkinan

Namun begitu, Rahmat menyatakan tidak menutup kemungkinan Kota Bekasi akan menerapkan langkah serupa dengan DKI Jakarta berupa PSBB total.

Terlebih, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyinggung tingginya kasus Covid-19 di Ibu Kota terjadi akibat interaksi dengan daerah penyangga.

Dia akan membahas persoalan tersebut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bekasi.

" Kami akan merumuskan, dan baru Senin 14 September 2020 akan dirapatkan kebijakan-kebijakan selanjutnya terhadap penanganan Covid-19, mengantisipasi perkembangan yang terjadi di DKI," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Bam Sinulingga

5 dari 5 halaman

Kota Bogor Perpanjang PSBMK 3 Hari, Tunggu PSBB Total DKI Jakarta

Dream - Pemerintah Kota Bogor memperpanjang pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) selama tiga hari ke depan. Perpanjangan ini sembari menunggu persiapan DKI Jakarta yang akan menerapkan kembali PSBB total.

" Kita memutuskan perpanjangan PSBMK tiga hari, dari Sabtu sampai Senin," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dikutip dari Liputan6.com.

PSBMK di Kota Bogor dijadwalkan berakhir pada Jumat, 11 September 2020 pukul 24.00 WIB. Saat ini, Pemkot Bogor menunggu hasil rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan beberapa kementerian terkait penanganan pasien Covid-19, mengingat kapasitas rumah sakit rujukan di Jakarta sudah kelebihan kapasitas.

" Kembali PSBB total, Jakarta sendiri harus dimatangkan dulu dengan pemerintah pusat, setelah itu rapat dengan kepala daerah Bodebek. Sambil menunggu itu, Kota Bogor perpanjang PSBMK," kata Bima.

Dia mengaku ada efek plus sekaligus minus dari penerapan PSBB total DKI jakarta terhadap warga Kota Bogor. Efek plusnya, penularan Covid-19 dapat ditanggulangi seiring masyarakat kembali bekerja dari rumah.

" Kalau PSBB total berarti WFH (Work From Home), yang terpaparnya berkurang. Banyak data terpapar di Jakarta. Itu nilai plusnya," ucap Bima.

Sementara efek minusnya, kata Bima, warga Jakarta dipastikan eksodus ke wilayah Bogor. Baik untuk wisata, kuliner maupun sekadar mencari suasana baru.

" Saya minta Pak Gubernur memperjelas kalau lockdown atau WFH aturan keluar masuknya gimana. Data menunjukan mulai banyak pasien Covid-19 asal Jakarta dirawat di Bogor, karena rumah sakit di Jakarta sudah tidak nampung. Nah ini kan harus kita antisipasi," terang Bima.

Sumber: Liputan6.com/Achmad Sudarno

Beri Komentar