Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksinasi Covid-19 (Foto: Liputan6.com)
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan ketidakpuasannya dengan hasil evaluasi vaksinasi yang dilakukan pada termin pertama. Dari target yang ditetapkan, program vaksinasi terhadpa Tenaga Kesehatan (Nakes) di Jabar baru terealisasi sebesar 25 persen.
“ Untuk vaksin, saya laporkan, vaksinasi tahap I belum memuaskan baru 25 persen dari target yang ditentukan. Harusnya 100 persen ternyata dari berbagai dinamika itu hanya bisa kita selesaikan 25 persen,” katanya dalam siaran YouTube Humas Jabar, Senin 25 Januari 2021.
“ Kita evaluasi. Ada yang tidak datang, ada yang tidak bisa disuntik, tekanan darah tinggi,” ia melanjutkan.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, hasil evaluasi akan diterapkan pada vaksinasi termin kedua. Ia memastikan distribusi vaksin untuk semua daerah sudah dilakukan.
" Di tahap termin II seluruh 27 kabupaten/kota per hari ini sudah menerima alokasi vaksin. Sebelumnya tujuh (daerah), sekarang 27 kabupaten/kota," ujarnya.
Di sisi lain, ia akan meminta izin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membuat pola vaksinasi di daerah pelosok. Alasannya, jangkauan di desa tidak bisa dilakukan dengan pola yang sekarang berlaku.
“ Kita akan mengajukan sebuah situasi ke Kemenkes, karena jabar pelosok masih banyak puskesmas belum memadai, jumlah puskesmas 1000-an desa 5000-an. Kami akan Izin ke kemenkes, Jabar akan malakukan vaksinasi ke rumah-rumah dengan mobil,” ucap dia.
" Prosedurnya sama, ada vaksinator dan lain-lain. Jadi tidak perlu nunggu. Mudah mudahan disetujui sehingga tingkat keberhasilan bisa luar biasa,” imbuh dia.
Lebih lanjut ia menyebut, hasil evaluasi zona merah masih di enam wilayah, salah satunya Karawang yang masih enam minggu berturut-turut zona merah. Pihaknya akan mendatangi daerah itu untuk berkoordinasi menurunkan tingkat risiko.
“ Ini akan menjadi perhatian kami, pertengahan minggu akan ke Karawang untuk memastikan kita turunkan zona merah,” ucap dia.
Sementara itu, tingkat keterisian rumah sakit ada di angka 70 persen setelah sempat berada di angka 80 persen. Hasil ini ia klaim karena banyak fasilitas negara yang dijadikan tempat isolasi untuk mindahkan pasien gejala ringan.
“ Lain-lain konsisten, kematian masih rendah 1,2 persen,” ujar Ridwan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya