Tingkat Okupansi Rumah Sakit Turun Selama PPKM Mikro

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 22 Februari 2021 19:00
Tingkat Okupansi Rumah Sakit Turun Selama PPKM Mikro
Tingkat keterisian ICU di 7 provinsi kini antara 50-60 persen.

Dream - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat terjadi penurunan okupansi rumah sakit di tujuh provinsi selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro 9-22 Februari 2021. Tingkat keterpakaian ICU kini berada di bawah 70 persen.

" Setelah PPKM Mikro tidak ada provinsi yang memiliki Bed Occupancy Ratio (BOR) di atas 70 persen," ujar Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Alexander K Ginting, dalam diskusi disiarkan BNPB Indonesia.

Penurunan yang terjadi cukup signifikan. Angkanya mencapai 50 persen " Di 7 provinsi yang melaksanakan PPKM skala mikro. Kemudian di 7 provinsi tersebut BOR-nya antara 50 sampai 60 persen," kata Alex.

1 dari 4 halaman

Ada Penguncian

Menurut Alex, masyarakat yang menjalani isolasi mandiri di rumah mendapat pengawasan secara ketat selama PPKM Mikro. Mobilitas masyarakat juga berhasil ditekan sehingga mengurangi beban rumah sakit.

" Maka kunci dari pemutusan ini adalah bagaimana membatasi mobilitas dan itu terjadi dengan pengujian di tingkat desa oleh posko desa," kata Alex.

Secara aplikasi, Alex menjelaskan PPKM Mikro terkesan agar longgar jika dilihat dari skala makro. Indikatornya terlihat dari masih adanya mall yang buka.

Tetapi, kata Alex, dalam PPKM Mikro terdapat penguncian. Penguncian itu di level zonasinya.

" Jadi kalau dia zona merah, maka mobilitas pasti terbatas, aktivitas sama sekali dikurangi," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 4 halaman

Vaksinasi Covid-19 Indonesia Diproyeksikan Capai Herd Immunity Maret 2022

Dream - Indonesia telah memulai vaksinasi nasional Covid-19 sejak 13 Januari 2021 dengan menyasar tenaga medis pada tahap pertama. Vaksinasi dilanjutkan dengan tahap ke dua mulai 17 Februari dengan sasaran lansia dan petugas layanan publik dan akan diteruskan ke masyarakat luas.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, memproyeksikan herd immunity atau kekebalan komunitas tercapai pada Maret 2022. Hal ini didasarkan perhitungan dari Pemerintah yaitu 15 bulan sejak vaksinasi dimulai.

" Mudah-mudahan apabila tidak ada aral melintang selama 15 bulan ke depan hitungan kita, Indonesia akan mencapai herd immunity pada bulan Maret tahun depan, Insyaallah, mudah-mudahan itu bisa kita sukseskan," kata Suharso dalam konferensi pers disiarkan channel YouTube Bappenas RI.

Menurut Suharso, perhitungan ini didasarkan pada beberapa aspek. Pertama yaitu mengenai jumlah vaksin yang tersedia.

" Setidak-tidaknya berdasarkan jumlah hitungan dari vaksin yang sudah confirm sekitar 428 juta lebih," kata Suharso.

3 dari 4 halaman

Percepat Vaksinasi

Jumlah vaksin tersebut akan disuntikkan kepada 180 juta penduduk Indonesia. Masyarakat yang mendapatkan vaksin yaitu mulai usia 18 tahun ke atas.

Agar pelaksanaan vaksinasi bisa berjalan lebih cepat, Suharso mengatakan pihaknya menjalin koordinasi dengan para ahli. Mulai dari epidemiolog, imunolog, serta sejumlah pemangku kepentingan.

" Sehingga, dengan demikian kita bisa hammering. Jadi, hammering itu memalu ya, memukul dia (Covid-19) supaya turun laju pertambahan kasus (positif)," kata dia.

4 dari 4 halaman

Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Meski demikian, Suharso tetap meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan setelah divaksin. Dengan begitu, upaya vaksinasi bisa diperkuat sehingga penularan Covid-19 bisa dihentikan.

" Jadi kita harus jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan kalau tidak perlu banget bisa kurangi mobilitas," kata Suharso.

Hari ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar vaksinasi Covid-19 untuk pegawai. Sebanyak 2.566 pegawai mendapatkan vaksin, sedangkan vaksinasi akan dilakukan bertahap.

" Batch pertama sudah ada 500 orang," kata Suharso.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar