Rumus 7K untuk Bertahan di Masa Pandemi

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 17 Oktober 2020 18:59
Rumus 7K untuk Bertahan di Masa Pandemi
Seperti apa?

Dream - Maman Nugraha memberikan tips untuk para pekerja kreatif agar terus mengasah otak bisa menghasilkan karya di masa masa pandemi Covid-19. Menurutnya di masa seperti ini harus ada kolaborasi dan kreativitas tidak boleh berhenti.

" Ini saatnya teman-teman kreatif harus menunjukan mampu beradaptasi dalam segala situasi agar dapat terus produktif," kata Maman Nugraha, seorang pegiat literasi yang diundang sebagai narasumber di Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Maman Nugraha© Maman Nugraha

Pria yang akrab disapa Kang Maman ini membagikan ‘rumus 7K’ jika ingin bertahan pada situasi apapun, termasuk pandemi.

Rumus 7K itu kemampuan ‘komunikasi’ yang baik secara oral maupun tulisan, ‘kreativitas’, ‘keingintahuan’ yang tinggi, ‘kritis’ dalam berpikir, ‘kolaboratif’, kemampuan untuk beradaptasi, dan kemampuan menganalisis.

Beradaptasi menjadi hal fundamental di masa pandemi. Maman menjadikan dirinya sebagai contoh. Ia menerbitkan delapan buku di saat seperti ini. Karya ini hasil kolaborasi dengan generasi milenial.

Contoh bentuk kreativitas lainnya yang sedang tren misalnya munculnya tanaman ‘Monstera Obliqua’ atau ‘janda bolong’. Harga jualnya hingga puluhan juta rupiah.

Selain 7K, Kang Maman menambahkan rumus lagi, yaitu 5R untuk dunia literasi. Kreativitas muncul karena kamu ‘reader’ atau pembaca yang baik, punya kemampuan ‘riset’ yang tajam, ‘reliabel’ atau tinggi presisi, punya sudut pandang yang berbeda atau ‘reflektif, serta terus menulislah ‘write’ secara benar.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

Pakai Masker Saja Tak Cukup Cegah Covid-19, Mengapa?

Dream - Ada tiga protokol kesehatan yang selalu diingatkan untuk selalu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak 2 meter (3M).

Bukan hanya mengenakan masker, dua hal lainnya juga harus dilakukan secara bersamaan. Tak bisa hanya dilakukan salah satu demi menurunkan risiko penularan. 

Jadi kita tak bisa hanya mengenakan masker, tapi juga menjaga jarak hindari kerumunan dan mencuci tangan dengan sabun. Vaksin pun juga harus diberikan meskipun tiga hal tersebut sudah dilakukan.

Sahabat Dream penasaran mengapa demikian?

2 dari 5 halaman

Penjelasan yang Cukup Sederhana

Dokter Riezkie, asal Malang memberikan penjelasan yang cukup sederhana melalui akun Twitter.

Ia menjelaskan protokol kesehatan harus dilakukan karena satu metode pencegahan memiliki kekurangan, tidak ada yang sempurna. Semua harus dikerjaan agar pencegahan jadi efektif dan optimal.

" Sehingga kita berupaya melakukan metode lain agar mendapatkan perlindungan semaksimal mungkin," tulis dr. Riezkie dalam cuitannya.

Jadi pastikan melakukan ketiga metode pencegahan secara bersamaan ya, Sahabat Dream.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

3 dari 5 halaman

Perhatikan Hal Ini Saat Naik Taksi Online Demi Terhindar Covid-19

Dream - Transportasi online di situasi pandemi seperti sekarang tetap dicari dan dibutuhkan. Terutama bagi orang yang pekerjaannya memiliki mobilitas tinggi atau mereka yang memiliki keperluan untuk pergi ke suatu tempat.

Sahabat Dream harus menggunakan taksi online di saat pandemi? Pastikan melakukan protokol kesehatan karena mobil digunakan banyak orang secara bergantian. Kita taidak tahu bagaimana kondisi penumpang sebelumnya.

Jangan sampai kita tertular Covid-19 karena lalai dalam melakukan protokol kesehatan. Hal yang pertama harus dilakukan saat naik transportasi online adalah siapkan masker, hand sanitizer dan disinfectant spray.

Setelah tak terlalu beraroma menyengat baru masuk mobil. Usahakn duduk bersilangan dengan pengemudi, jangan di belakang. Tetap gunakan masker saat berbicara, jangan dilepas.

Buka sedikit jendela mobil, sekitar 7-8 cm agar udara bisa mengalir dan ventilasi tetap terjaga. Gunakan alat pembayaran non tunai, untuk meminimalisir kontak. Sesampainya di tujuan, cuci tangan dengan sabun.

Cuci Tangan Pakai Sabun Masih Sulit Dilakukan di Indonesia, Ini Sebabnya© MEN

Buka masker dan ganti dengan masker yang baru. Akan lebih baik segera mandi menggunakan dan ganti baju. Semprot juga tas dan barang bawaan dengan disinfektan spray.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Alami Gejala Covid-19 tapi Hasil Tes Negatif, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Dream - Suhu tubuh tinggi lebih dari 38 derajat celcius dan naik turun. Batuk muncul dan kehilangan kemampuan indera penciuman. Tubuh juga terasa lemas dan sakit kepala.

Gejala-gejala di atas merupakan keluhan umum penderita Covid-19. Bagi mereka yang mengalami gejala di atas atau pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 positif sangat dianjurkan untuk melakukan tes PCR atau swab test.

Video: Merasakan Gejala Covid-19 Tapi Negatif, Mungkin Ini Sebabnya© MEN

Mengalami gejala Covid-19, lalu melakukan tes mandiiri dan hasilnya negatif? Hal ini sangat mungkin terjadi. Bisa jadi karena memang tak tertular atau tak ada virus dalam tubuh.

Kemungkinan lainnya dan bisa membahayakan orang lain adalah hasil tes negatif palsu. Artinya, virus Covid-19 sudah menjangkiti tubuh tapi tak terdeteksi dengan baik oleh alat tes. Masalah ini kerap terjadi pada mereka yang melakukan rapid test, tapi hasil swab test juga bisa juga negatif palsu.

Mengapa? Dikutip dari WebMD, ada beberapa alasan hasil tes swab bisa negatif palsu.

5 dari 5 halaman

Tes Terlalu Awal

Seseorang dites sebelum cukup banyak partikel virus terkumpul di saluran hidung untuk dideteksi. Secara umum, kebanyakan orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 hasil tesnya menunjukkan Covid-19 positif, setelah beberapa hari atau bahkan seminggu setelah terinfeksi. Bisa juga karena tes dilakukan terlalu awal.

Swab Tes Massal Stasiun Bekasi© (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Penyebab kedua adalah tes usap/ swab test tidak dilakukan dengan benar. Spesimen dari saluran hidung tidak cukup untuk memberikan hasil yang akurat. Bisa juga karena sampel spesimen terkontaminasi.

Hasil tes tak akurat bisa juga karena spesimen dari swab test tidak disimpan pada suhu yang tepat sebelum dianalisis. Untuk itu, diperlukan petugas khusus untuk melakukan tes karena prosedur penyimpanan juga menentukan keakuratan hasil tes.

 Aspek waktu juga berperan. Melihat jenis tes COVID-19 yang paling umum digunakan, para peneliti menemukan bahwa tes tersebut dapat mengembalikan hasil negatif palsu sebanyak 67% dari waktu selama 4 hari pertama.

Lalu apa yang harus dilakukan? Akan lebih aman jika mengasumsikan diri adalah orang yang positif Covid-19. Pemeriksaan lanjutan bisa dipertimbangkan, lakukan second opinion dan berkonsultasilah dengan dokter secara lebih detail.

Segera isolasi mandiri. Selalu memakai masker meskipun di rumah, dan pisahkan diri di kamar dari anggota keluarga lain. Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin, bisa juga minum suplemen untuk membantu kerja sistem imun agar lebih optimal.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Beri Komentar