Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto
Dream - Jumlah kasus positif harian Covid-19 di Indonesia masih belum beranjak dari angka ribuan orang. Bahkan akumulasi masyarakat yang tertular virus Corona telah melampaui 65 ribu orang.
" Kita dapatkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.268 orang sehingga total akumulasinya menjadi 66.226," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Selasa 7 Juli 2020.
Data ini didapat dari pemeriksaan terhadap 17.816 spesimen. Dengan demikian, akumulasinya pemeriksaan mencapai 946.054 spesimen.
Kasus terbanyak masih ditopang oleh Jawa Timur dengan 280 pasien positif baru dan 118 orang sembuh. Menyusul kemudian Sulawesi Tengah dengan 218 kasus baru dan 45 sembuh.
DKI Jakarta mencatat 190 kasus baru dan 241 sembuh. Lalu Jawa Tengah dengan 140 kasus baru dan 50 sembuh serta Jawa Barat dengan 79 kasus baru dan 45 sembuh.
" Angka sembuh yang kita dapatkan hari ini adalah 866 orang sehingga totalnya menjadi 30.785 orang," kata Yurianto.
Sementara angka kematian bertambah 68 orang. Sehingga secara keseluruhan menjadi 3.309 orang.
Menurut Yurianto, tingkat kasus sembuh secara nasional mencapai 46,06 persen. Angka tersebut masih di bawah rata-rata global sebesar 56,55 persen.
" Namun ada 19 provinsi yang memiliki angka sembuh di atas rata-rata global. Bahkan ada 9 provinsi yang angka sembuhnya sudah melebihi 80 persen, di antaranya Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimatan Timur, Kepulauan Riau, Gorontalo, Jogjakarta, Sumatera Barat dan Bangka Belitung," ucap dia.
Sedangkan angka kematian nasional berada di kisaran 4,99 persen. Angka masih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 4,69 persen.
" Ini adalah rata-rata nasional. Kalau dirinci lebih lanjut ada 20 provinsi yang angka kematiannya di bawah 4,69 persen, di bawah angka global. Bahkan ada 11 poovisni yang angka kematiannya di bawah dua persen," terang Yurianto.
Lebih lanjut, Yurianto menyebut provinsi dengan angka kematian di bawah dua persen yaitu Jambi, Nusa Tenggara Timur, Papua, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua Barat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya