Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dua Mahasiswa ITB, Bimananda Mahardika Wisna Dan Bagus Hanindhito (ITB.ac.id)
Dream - Dua mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (ITB) berhasil mewakili Indonesia dalam kegiatan CERN Summer Student Programme 2014. Ajang yang berlangsung dari 23 Juni hingga 15 Agustus 2014 di Jenewa, Swiss.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisation Europe�enne pour la Recherche Nucle�aire (CERN), suatu organisasi yang mengoperasikan laboratorium fisika partikel terbesar di dunia.
Dari 11.000 mahasiswa di seluruh dunia yang mengirimkan lamaran, hanya 250 mahasiswa yang terpilih, salah satunya dari Indonesia, Gde Bimananda Mahardika Wisna (Teknik Fisika ITB 2011) dan Bagus Hanindhito (Teknik Elektro ITB 2011)
Selama kegiatan berlangsung, Bagus dan Bima mengikuti kelas yang diajar para ahli di bidang fisika partikel, akselerator, dan detektor. Para ahli yang berasal dari perguruan tinggi ternama di seluruh dunia.
Mereka juga berkesempatan mengunjungi berbagai laboratorium penelitian di CERN, seperti Detektor bawah tanah yang meliputi ATLAS, ALICE, CMS dan LHCb, Fasilitas Pengetesan Magnet Superkonduktor, Laboratorium Antimatter, serta computer server dan data center. Keduanya juga diberi proyek yang melibatkan mereka bekerja sebagai peneliti di CERN.
Bima yang ingin mendalami ilmu tentang material elektronik mendapat proyek mempelajari detektor --mengidentifikasi partikel yang memiliki momentum sangat besar.
Sedangkan Bagus, yang ingin mendalami ilmu tentang computer engineering dan very large scale integrated circuit mendapat proyek mempelajari sistem akuisisi data berkecepatan tinggi.
"Ini kesempatan dan pengalaman yang luar biasa bisa belajar di CERN, berinteraksi dengan orang-orang hebat di dalamnya, serta mengunjungi Eropa dan melihat dunia," kata Bima bersemangat.
"Delapan minggu yang tidak akan terlupakan. Penuh pengalaman baru dan ilmu baru yang diperoleh. Sangat menyenangkan bisa merasakan kehidupan sehari-hari di laboratorium fisika partikel terbesar di dunia, berinteraksi dengan orangorang hebat dari berbagai negara, dan membawa nama Indonesia di dunia Internasional," tambah Bagus.
(Ism, Sumber: ITB.ac.id)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal