Ria Miranda: Ikon Hijab, Inspiring Parent, dan Mimpinya

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 11 Januari 2016 13:45
Ria Miranda: Ikon Hijab, Inspiring Parent, dan Mimpinya
Selain sebagai desainer fesyen hijab, Ria ternyata mendapat penghargaan Influence Asia 2016 kategori Parenting. Pelbagai tulisannya seputar dunia parenting dinilai cukup inspiratif.

Dream - Awal Desember lalu menjadi momen besar bagi desainer fesyen hijab Ria Miranda. Ikon hijaber tanah air ini kembali menggelar Annual Trunk Show 2016. Ajang ini merupakan gelaran kali ketiga dan terbesar dibanding dua gelaran sebelumnya.

Ria Miranda seolah menjadikan ajang tersebut sebagai bukti semakin berkibarnya brand fesyen hijab Ria Miranda.

Pada gelaran tersebut, Ria mengeluarkan 60 koleksi terbaru. Dia kembali mengusung tema Minang dengan menghadirkan nuansa songket di setiap koleksinya.

Kepada Dream,Ria berbagi cerita mengenai koleksi terbarunya ini. Tidak hanya itu, dia juga berkisah tentang penghargaan Influence Asia bidang parenting di Singapura. Wanita yang telah memiliki dua buah hati ini dinilai banyak membagi tips tentang parenting melalui media sosial yang ternyata cukup menginspirasi.

Berikut petikan wawancara Ria Miranda saat berbincang dengan jurnalis Dream, Ratih Wulan Pinandu:

Anda tampak sibuk dengan gelaran Annual Trunk Show 2016. Seperti apa gambaran gelaran ini?

Alhamdulillah, hari ini Ria Miranda Annual Trunk Show 2016. Ini yang ketiga. Alhamdulillah acaranya lebih besar dari tahun kemarin. Jadi, ini acara tahunan untuk mengeluarkan pring summer 2016 dari label Ria Miranda.

Ada berapa koleksi yang Anda pamerkan di gelaran ini?

Nanti akan ada 60 koleksi yang akan ditampilkan dan terdiri dari empat tema.
Salah satunya Takana yang masih terinspirasi dari Minang Heritage. Tujuannya untuk memperbaharui tema yang sama tapi dengan tampilan yang berbeda. Lewat koleksi spring summer menunjukkan kalau songket Minang ini sampai sekarang masih diburu. Para customer nanya-nanya terus mana nih koleksi Minang Heritage.

Apakah ada pesan khusus yang disampaikan saat merancang koleksi Takana?

Tujuannya agar anak muda mau pakai kain tradisional. Tapi dengan harga yang terjangkau, yang mampu dibeli oleh mereka dan tidak sama seperti saat membeli songket tapi feel saat mengenakannya sama.

Apa yang menjadi inspirasi Anda menggunakan nama Takana?

Takana itu dalam bahasa Padang artinya terkenang. Jadi, agar orang selalu teringat dengan koleksi-koleksi Minang ini. Kebetulan Ria juga berasal dari Minang sehingga ingin menggali terus budayanya. Motif songket akan diolah menggunakan teknik digital printing yang sebelumnya digambar dengan metode hand printing oleh tim Ria Miranda.

Bagaimana dengan penggunaan komposisi warna?

Tetap pastel, tapi di koleksi 2016 akan terlihat lebih mature karena warnanya tidak terlalu pink dan orange yang girly dengan kesan remaja. Warna-warna itu akan tetap dikelurkan di label Ria Miranda daily.

Bahan apa yang jadi idola?

Kebanyakan memakai satin, shifon dan gabardin. Ada juga spandeks yang ada kaos-kaosnya jadi kalau dipakai terasa berat.

Potongan-potongan yang ditampilkan seperti apa?

Untuk look nanti ada 20 koleksi yang terdiri dari outer, dress, kemeja yang simpel dan tidak akan ada blink-blink atau payet. Hanya pada desain label Ria Miranda Signature ditemukan yang seperti itu.

Ada tema apa lagi?

Kedua yaitu Clasifo yang terinspirasi dari clasified flower garden di Utrech, Amsterdam. Jadi, membawa motif bunga-bunga pada musim fall winter yang diaplikasikan dalam bentuk kardigan atau maxi outer. Pemilihan warna masih akan pastel tapi beralih tidak krem. Lebih ke hijau pupus, ungu tua, kuning dan mustard. Pokoknya warna-warna pastel tapi sudah tidak terlalu ramai. Sedangkan bahan yang dipakai itu kain plisket.

Untuk detailnya seperti apa?

Outer panjang yang bisa dikenakan untuk busana kasual. Kalau pakai celana jeans terlihat kasual kadena intinya busana Ria Miranda itu bisa di-mix and match. Sedangkan untuk kardigan akan terlihat detail plisket pada bagian belakang. Dalam koleksi ini ada 15 busana yang ditampilkan.

Selanjutnya ada Capaule Collection, apa maksud dari nama ini?

Sebelum mengeluarkan koleksi spring summer ke fall winter akan mengeluarkan tema selipan dengan nama Throwmback. Kalau yang lain kan tema reguler. Sebenarnya dari Throw Ria Miranda Back, akhirnya jadi Trowmback itu.

Kerjasama dengan ilustrator hijaber Airin Karima, nanti dari awal hingga akhir akan kelihatan sketsa patternnya seperti apa. Hanya akan ada lima koleksi dan lebih untuk pakaian kantor. Terus bisa dibolak-balik kalau diputar ke belakang bisa polos diputer lagi akan keluar full print.

Kemeja juga akan ada yang bisa dipakai bolak-balik. Jadi, orang kantoran yang ingin mengubah gayanya bisa muter outernya. Kalau sore dia mau ke mall puter saja sesuai dengan keinginannya. Roknya juga multi fungsi bisa bolak-balik.

Koleksi yang terakhir?

Kaguya, terinspirasi film animasi 2013 karya Isao Takhata dari Studio Ghibli Hayao Mizaki Jepang. Detailnya akan terlihat dari Obi dengan menggunakan warna-warna tanah. Dituangkan ke dalam 20 look.

Inspirasi warna tanah itu dari mana?

Lagi senang saja pakai warna-warna tanah. Kalau dulu sudah banyak warna pink dan pastel yang sekarang di label daily. Tapi di label yang ini kepingin bikin image baru untuk tren 2016.

Model potongannya seperti apa saja?

Masih outer juga dan banyak mix and match. Nanti bisa dalam satu look itu kita bisa bikin tiga gaya. Misal pakai outer kalau dilepas bisa pakai dalamannya saja berupa kemeja.

Brand Ria Miranda selalu konsisten dengan warna-warna cenderung pastel, apakah tidak tertarik untuk mengikuti tren warna monokrom?

Mungkin nanti akan ada sedikit di Kaguya berbentuk vest tapi tetap dengan style Ria Miranda sendiri.

Butuh waktu berapa lama menyiapkan Annual Trunk Show 2016 ini?

Mulai fokus sejak tiga bulan. Sudah dicicil sebelum JFW (Jakarta Fashion Week) kemarin. Ini acara tahunan kita. Karena acara inti jadi harus terlaksana. Dari Desember 2014 kami sudah siapin desain terus pas udah fix nyicil sample yang pertama.

 

1 dari 3 halaman

Bertahan di e-commerce

Brand Ria Miranda sudah terkenal, mengapa masih mempertahankan penjualan di e-commerce?

Tidak semua orang tahu Ria Miranda. Hanya lewat Instagram saja kan palingan. Ada beberapa cutomer yang belum tahu Ria Miranda. Setelah lihat di HijUp.com jadi tahu. Banyak yang ngasih tahu kalau mereka tahu brand RiaMiranda setelah buka di HijUp.com.

Jadi, ini bagian dari memperluas pasar dan hubungan baik juga. Dari awal saya sudah bergabung dengan HijUp.com. Awal-awal saat usaha masih kecil, ngos-ngosan produksi dan saat diminta koleksi lagi belum siap. Dari awal sudah di sana dan memang bagus banget penjualannya.

Bagaimana penjualan Ria Miranda setahun terakhir?

Setahun ini hasil penjualan bagus, sudah dapat strategi baru juga. Setiap tiga bulan akan mengeluarkan koleksi baru. Dulu saat 2014, kami keluarkan sebulan sekali. Akhirnya tim kita nggak bisa dan barang jadi numpuk. Sayang kalau terlalu cepat, karena semua orang pasti mau yang baru-baru. Tahun ini kita menambah label jadi Ria Miranda Signature. Jadi, kita akan garap dulu yang label baru ini.

Berapa pertumbuhan omzet setiap bulan?

Aduh aku sudah nggak tahu lagi karena sudah ada tim yang mengurus.

Biasanya dapat inspirasi dari mana?

Sempat diskusi dengan tim, teman, jalan-jalan dan browsing paling gampang. Tapi jalan-jalan ke mall pun bisa dapat inspirasi. Sekarang kan udah ada anak, jadi kadang bisa juga jadi sumber inspirasi, kaya kemarin ingin buat label pakaian untuk anak-anak.

 

2 dari 3 halaman

Menjadi Orangtua Inspiratif

Ternyata Anda baru mendapat penghargaan Influence Asia. Selamat. Mengapa Anda terpilih?

Iya. Alhamdulillah dapat award dari Influence Asia di Singapura pada tanggal 7 Desember ini. Dapatnya yang parenting bukan fesyen, karena kalau kata mereka di sosial media aku tuh lebih ke parenting. Awardnya berupa piala dan kemarin di sana berkesempatan ketemu sama bloger-bloger yang selama ini cuma bisa lihat di Instagram. Mereka semua baik-baik, ramah nggak nyangka lah.

Masih nggak nyangka ternyata parenting dari Ria dilirik orang. Pas tanya siapa jurinya ternyata orang-orang dari brand besar seperti CEO Unilever dan agensi-agensi di sana juga sudah pada lihat.

Ini bukan penghargaan khusus muslim kok. Selain parenting, ada juga fesyen yang dimenangkan Diana Rikasari, kemudian yang datang ada Indah Nada dari Jerman. Kalau untuk parenting ada saya, Alodita dan Tara.

Bisa diceritakan bagaimana Anda bisa terpilih?

Kita di email kalau kita terpilih. Awalnya nggak percaya karena tidak tahu ini acara pertama kali. Jadi pas dia ngundang itu antara yakin nggak yakin mau berangkat tidak. Tapi dia membiayai keberangkatan kita segala macam, ya sudahlah itung-itung kita liburan, mumpung cuma satu malam ini.

Kita tanya juga dari tim agensinya, siapa saja yang berangkat karena ada kan yang bikin award-award tapi nggak jelas. Ternyata Keenan Pearce juga berangkat dan akan ada Raisa perform di sana.

Aku punya blog dan memang ada yang membahas masalah parenting tapi tidak sedetail kalau Alodita cerita. Mereka niat menyiapkan ini semua dari September, di sana pun kita benar-benar dilayani. Bahkan bintang tamunya sampai mendatangkan Jay Park (Mantan personil boyband 2PM Korea) dan ada karpet merah segala, jadi harus dandan. Agak tidak enak sebenarnya karena anak-anakku masih kecil. Tapi sudah dibilang Influence Asia.

Adakah tips dalam mengurus anak-anak?

Alhamdulillah punya tim yang solid. Suami juga sudah full terjun di Ria Miranda sehingga kalau ada acara yang tidak mungkin ditinggalkan gantian sama suami jaga anak. Bisa kerja dari rumah juga, lalu mbak yang di rumah juga bisa dipercaya.

Mertua full support, sepeti kemarin harus menginap di Singapura itu ada mama yang datang dari Padang menemani anak. Jadi, punya keluarga juga yang full support.

Apa kebiasaan yang sering Anda lakukan bersama anak-anak?

Ngabisin waktu sama anak-anak lebih suka di rumah. Sama Katya itu dia lebih bercerita dan bikin makanan sama anak-anak. Sering datang ke butik kalau lagi ada event seperti ini. Tapi rumah dekat sama kantor, jadi bisa bolak-balik kalau siang. Masalah bagi waktu kadang seharian nggak ke kantor karena bisa diatur dari rumah.

Dengan jadwal kesibukan yang begitu padat, apakah masih mempertahankan ASI eksklusif untuk anak-anak?

Iya, ke mana-mana memompa ASI. Seperti kemarin pas ditinggal itu kita masih mompa terus. Yang gede dulu juga full sampai dua tahun, kemudian Alhamdulillah sekarang dia tiga tahun punya adik.

Apa tips agar dapat terus memberikan ASI eksklusif?

Kalau ASI mau tetap lancar nggak boleh stress, harus happy terus.

Anda sedang menjalani program ASI eksklusif. Tidak ada keinginan membuat desain pakaian khusus ibu menyusui?

Oh, seperti breastfeeding atau maternity gitu ya. Iya ingin kolaborasi buat seperti itu, tapi belum kalau saat ini. Sebenarnya kalau untuk breastfeeding itu tidak ribet karena pakai kemeja saja sudah bisa dibilang breastfeeding friendly.

3 dari 3 halaman

Fesyen Hijab dan Tantangan MEA

Bagaimana tren fesyen 2016?

Siluet lebih tegas, ngikutin tren-tren pakaian yang sering dipakai, warna monokrom untuk vest dan outer.

Kalau tren fesyen secara general?

Akan banyak warna putih dan hitam yang masih ngetren terus, warna bold juga. Tapi warna pastel pun masih ada tapi lebih ke warna-warna terang. Balik lagi ke personality Ria, tidak suka yang terlalu bright dan semua desainer pingin bikin tren masing-masing. Jadi, Ria gunakan itu sebagai inspirasi dan nggak semua diambil.

Tren Hijab tahun depan bagaimana?

Lebih classy. Orang lebih bermain pada detail baju dan bahan. kalau mau pesta tinggal ganti bahan ke silk agar desain terlihat lebih mewah. Kalau untuk harian tetap pakai hijab berbahan foal dan crap. Sedangkan untuk style masih sama cuma ganti-ganti bahan. Kerudung segitiga terus dijepit satu di bawah akan banyak dipakai orang.

Brand Anda sudah diperhitungkan, bagaimana kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)?

Insya Allah selama kita masih pakai produk lokal, pengrajin lokal dan kualitas harus mampu bersaing dengan brand luar negeri. Mungkin sekarang banyak juga yang bisa menjual produk Tiongkok di sini dengan harga dan kualitas yang bagus juga. Tapi yang lebih penting harus ke brandingnya sih. Mengutamakan pelayanan terbaik kepada loyal customer dan pendekatanya lebih kesitu.

Kisaran harga label Ria Miranda itu berapa?

Harga dari mulai Rp450.000 hingga Rp1,2 juta untuk dress. Kalau yang signature start dari Rp1,5 juta.

Apakah ada rencana menjalin kerjasama dengan pihak tertentu ke depan?

Ada, kita kerjasama dengan Alura yang bisa dilihat sejak JFW kemarin, head piece yang dipakai akan sama.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie