Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Christine Lagerde menegaskan, infrastruktur merupakan kunci keberhasilan masa depan Asia.
Kegiatan seperti pembangunan jalan, rel kereta, pelabuhan serta penyediaan air dan listrik dapat membuat sebuah negara memiliki kota-kota yang lebih nyaman untuk ditinggali.
" Di negara-negara berkembang, kota-kota yang layak dengan fasilitas transportasi publik dan jaringan informasi dan teknologi yang baik dapat membantu melawan jebakan kelas menengah," kata Christine Lagarde di Jakarta, Rabu 2 September 2015.
Ia melanjutkan, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pembangunan infrastruktur di Asia membutuhkan dana sebesar USD 8,3 triliun hingga 10 tahun mendatang.
" Dan itu membutuhkan pendanaan dari pemerintah, jadi langkah pertama yang harus ditargetkan adalah investasi publik atau belanja infrastruktur," ungkapnya.
Dengan begitu, perlu dilakukan penguatan atas kebijakan fiskal yang terdiri dari perencanaan yang cermat, kontrol belanja yang efektif, serta meningkatkan mobilisasi pendapatan dari pajak.
" Namun, uang masyarakat saja tidak cukup. Infrastruktur juga butuh pasar modal untuk menyediakan sumber-sumber baru untuk pendanaan lain yang bersifat pribadi," tegas Lagarde.
" Maka, investasi privat juga perlu dibangun sebagai landasan dari lingkungan bisnis," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya