Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Perdagangan Di BEI
Dream - Sentimen penguatan indeks saham global, hanya mampu sedikit mengangkat pasar saham nasional ke zona positif. Investor masih menanti sentimen perdagangan yang baru untuk membuat laju indeks lebih bertenaga.
Dengan kondisi kurang menguntungkan ekonomi dalam negeri ditambah sepinya perdagangan akibat Piala Dunia, pelaku pasar tinggal berharap adanya berita positif dari Pemilihan Presiden (Pilpres).
Pada sesi pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 17 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 4,25 poin (0,09%) ke level 4.889,71. IHSG belum sanggup kembali menembus level 4.900.
Hingga perdagangan pukul 09.37 WIB, indeks masih bergerak fluktuatif. IHSG menyentuh level terendah 4.879,29 dan tertinggi 4.893,58.
Pembukaan positif juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka di level 160,50. Sama dengan IHSG, indeks ISSI juga terus bergerak fluktuatif.
Untuk saat ini, ISSI masih berkutat di zona merah setelah melemah 0,07 poin ke level 160,26. Sebanyak 66 emiten syariah terserat masuk zona negatif sementara 49 lainnya masih mampu menguat.
Nasib lebih beruntung dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka di level 656,93, indeks JII lebih banyak bergerak di zona positif dan sempat menyentuh level tertinggi 658,17.
Transaksi di 45 menit perdagangan ini mencapai Rp 609 miliar dengan saham beralih tangan sebanyak 3,9 miliar.
" Pada pergerakan hari ini, IHSG sepertinya masih akan menanti sentimen perdagangan yang baru," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Dengan kondisi ekonomi dalam negeri yang kurang menguntungkan ditambah sepinya perdagangan akibat sentimen Piala Dunia, Satrio menilai, sentimen Pilpres, dalam hal ini Jokowi Effect, adalah harapan terakhir bagi pergerakan IHSG.
Untuk jangka menengah, sentimen Pilpres diperkirakan masih akan membuat IHSG bergerak naik. " Pemodal memang masih harus menunggu untuk berlalunya sentimen negatif jangka pendek dari debat pilres kemarin," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun