5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ternyata, Anak-anak Jokowi Tak Mau Memiliki Bisnis Mebel Milik Sang Ayah.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedih karena anak-anaknya tak mau menjalankan bisnis mebel yang dirintisnya, CV Rakabu. Padahal, bisnis ini sudah menyediakan pabrik dan tenaga kerja.
“ Terus terang, saya sedih tiga anak saya tak pun yang mau meneruskan usaha saya,” tulis dia dikutip dari akun resmi Facebook, dikutip Dream, 19 Desember 2017.
Anak-anak Jokowi, terlebih Gibran Rakabuming Raka, dan Kaesang Pangarep, justru ogah menjalankan bisnis sang ayah. Mereka memilih merintis usahanya sendiri.
Penasaran dengan bisnis anak-anak Jokowi? Mari kita baca ulasannya, dikutip dari berbagai sumber.
Baca juga: Kaesang Pangarep Antar Langsung Undangan Pernikahan ke SBY
© Dream
Gibran Rakabuming Raka memilih untuk berbisnis kuliner. Ada dua usaha makanan yang dijalankan Gibran: katering dan martabak. Pertama, usaha katering Gibran ini bernama Chilli Pari Katering. Dia memilih bisnis kuliner karena prospeknya cerah.
Pada 2010, setelah lulus, Gibran nekat membuka usaha katering kecil-kecilan. Gudang mebel sang ayah disulap menjadi kantor dan dapur. Modalnya pun berasal dari proposal yang disebar.
Kini, bisnis katering Gibran berkembang pesat. Semula dia punya belasan orang karyawan, sekarang sudah bertambah menjadi ratusan orang. Bahkan, Chilli Pari menjadi katering makanan saat resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution.
Kedua, Martabak Markobar. Beberapa tahun belakangan, Gibran menggeluti bisnis martabak modifikasi, Markobar (singkatan Martabak Kota Barat). Markobar ini merupakan usaha martabak milik ayah Arif Setyo Budi, rekan bisnis Gibran. Pada tahun 2014, Arif mengubah Markobar menjadi martabak beragam topping. Lalu, pada 2015, dia menggandeng Gibran untuk menjadi rekan bisnisnya. Bisnis martabak ini semakin dikenal masyarakat.
© Dream
Kaesang Pangarep turut terjun di dunia bisnis. Dia membuat bisnis pakaian yang bernama Sang Javas. Sang ini berasal dari namanya “ Kaesang” dan Javas berarti “ jualannya cepat laku”. Kaos yang paling menarik perhatian adalah kaos “ Kecebong”—kecebong adalah istilah haters kepada ayahnya.
Kaesang juga tak mau kalah dengan sang kakak. Dia juga berbisnis kuliner. Makanan yang dijual adalah nugget pisang. Mereknya, Sang Pisang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?