Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Susu UHT (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa hari lalu viral di media sosial foto surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Sulawesi Selatan. Dalam surat tersebut diketahui ada sampel produk susu UHT yang mengandung bakteri Streptococcus sp.
Diketahui sampelnya merupakan susu UHT Full Cream Ultra Milk 250 ml di Toko Indomaret Jl Jenderal Sudirman Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Terkait hal ini pihak PT Ultrajaya memberi penjelasan.
Menurut Muh. Muhthasawwar, General Manager Public Relations PT Ultrajaya dalam keterangan resminya, pihak Ultrajaya sudah melakukan penelusuran lebih lanjut. Produk susu itu ternyata sudah rusak dan terasa pahit.
Sayangnya kemasan susu tersebut tidak disimpan untuk memeriksa kode produksinya.
“ Kami menyayangkan kemasan yang dikeluhkan tidak disimpan untuk memastikan produk dan
kode produksinya serta menguji kualitas kemasannya,” kata Muh. Muhthasawwar, dikutip dari rilis yang diterima Dream.
© Dream
Dream - Berdasarkan informasi kode produksi yang diberikan oleh pegawai tersebut, tim melakukan uji mutu terhadap retain samples (sampel yang disimpan di pabrik) baik yang memiliki kode produksi yang sama maupun berbeda dengan produk yang dikeluhkan.
Pengujian juga dilakukan pada sampel produk Susu Ultra yang dikumpulkan dari beberapa toko. Hasil pengujian terhadap semua sampel tersebut secara organoleptik dan mikrobiologi menunjukkan kualitas produk dengan rasa dan aroma normal, tidak mengandung bakteri apapun atau tetap steril.
" Dengan demikian Susu Ultra yang beredar di pasaran saat ini tetap aman dikonsumsi. Hasil lengkap uji mutu ini pun telah diserahkan kepada pihak Badan POM yang mengawasi peredaran produk di pasaran," ungkap Muh. Muhthasawwar.
Bakteri Streptococcus sp. cukup berbahaya, bisa menimbulkan penyakit radang tenggorokan, sinusitis dan infeksi telinga. Jika memapari tubuh yang daya tahannya lemah bisa memicu penyakit yang lebih serius seperti pneumonia, sepsis dan meningitis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya