Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream - Bunda punya mainan bebek karet yang sering dipakai menemani anak mandi? Mulai sekarang sebaiknya jangan sembarangan beli.
Hasil penelitian dari Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology, ETH Zurich dan the University of Illinois menemukan jika bebek karet yang terlihat lucu dan imut itu ternyata mengandung bakteri jahat.
Para peneliti mencatat, penyebab bebek karet tidak higienis dipengaruhi kondisi kamar mandi. Bakteri biasanya tumbuh cepat dalam kamar mandi.
Suhu dan kelembaban di dalam kamar mandi memang cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan uap yang terpapar di cermin dan dinding kamar mandi, ditulis Liputan6.com mengutip laman Romper.
Bakteri itu juga bisa menempel pada bebek karet. Tak hanya bebek karet, para peneliti juga memeriksa mainan buaya karet dan mainan karet lainnya untuk mandi.
Bagian dalam mainan karet dianalisis dengan menghitung jumlah mikroba (bakteri) yang berenang di dalamnya. Bakteri pada air yang dikeluarkan saat mainan karet diperas juga diperiksa.
Untuk memudahkan proses penelitian, mainan seperti bebek karet juga dipotong agar lebih mudah memeriksa jumlah bakteri.
Hasilnya mengejutkan. Eempat dari lima mainan karet terkandung jumlah dan variasi jamur yang sangat tinggi, menurut The Press Democrat. Jumlah jamur hingga 75 juta sel per sentimeter persegi.
Bakteri dalam mainan karet untuk mandi, di antaranya Legionella dan Pseudomonas aeruginosa. Kedua bakteri jahat ini biasa ditemukan di rumah sakit. Ada juga bakteri jahat Escherichia coli dan Coliform, Listeria, dan Enterococcus. Seluruh bakteri di atas dapat menyebabkan infeksi.
Yang lebih mencengangkan, ketika mainan karet dipotong dan terbuka, semua mainan karet dalam penelitian ini mengandung biofilm (kumpulan bakteri) dan berlendir di permukaan bagian dalam.
Sebagian besar mainan karet mandi di bagian dalam berwarna hitam. Ini merupakan pertanda pertumbuhan jamur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya