Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Metro.co.uk)
Dream - Pada umumnya, anak-anak akan mulai mengalami pubertas pada usia 11-12 tahun. Namun ada sebuah kisah tak biasa menimpa bayi berumur satu tahun yang mengalami pubertas lebih cepat.
Seorang anak dari India berhasil menarik perhatian dunia setelah mengalami perkembangan fisik secara pesat. Rambut di bagian kemaluan dan kelaminnya tumbuh lebih cepat dari bocah seumurannya. Sehingga terlihat seperti milik orang dewasa.
Dilansir dari Boldsky, bayi ini menderita kelainan langka karena mencapai pubertas pada fase awal kehidupannya. Bayi ini aktif secara seksual, karena mengalami perubahan abnormal setiap harinya.

foto ilustrasi
Tubuhnya mulai berubah saat memasuki usia enam bulan dan memiliki panjang badan 10-15 cm lebih tinggi dibanding anak-anak seusianya. Kemudian wajah dan tubuhnya ikut berubah diusia muda.
Namun tak disangka, di sekitar wajah sang bayi lucu itu justru tumbuh....
© Dream
Cambang dan kumis mulai menghiasai wajahnya, disertai dengan mulai mengalami daya tarik seksual. Hal tersebut tentu membuat kedua orangtuanya sangat shock, melihat bayi mereka tumbuh dengan sangat cepat.
" Kami pikir mungkin dia bayi yang besar, jadi kami tidak membawanya ke dokter. Tapi saat dia berumur satu tahun, jelas ada yang tidak beres," terang sang ibu.

Foto Ilustrasi
Dokter kemudian memeriksanya untuk mengetahui kadar testosteron di dalam tubuhnya. Hasilnya mengejutkan.
© Dream
Ternyata ditemukan 500-600ng/dl yang setara dengan pria berusia 25 tahun, dimana anak berusia satu harusnya hanya memiliki 20 ng/dl testosteron.
Kondisi itu kemudian dianalisa lebih lanjut dan dikenal sebagai kondisi langka bernama pubertas prekoks. Lapporan ini mengkalim bahwa satu dari 5000 anak di usia 10 tahun biasanya mengalami hal ini. Tapi kasus bayi ini disebut-sebut sebagai satu di antara 10 juta balita yang didiagnosa menderita pubertas pada kelompok satu tahun.
Orangtuanya menjelaskan jika kondisi itu membuatnya sanagat agresif sehingga mereka tidak dapat mengendalikannya. Kondisi kesehatan ini menghambat perkembangan fisik dan mental anak tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya