Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Nila F Moeloek (Sumber: Setkab)
Dream - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memastikan pemerintah terus mengupayakan penangan penyakit difteri yang sekarang sedang muncul di beberapa kota. Upaya penguatan dilakukan melalui Outbreak Response Immunization (ORI).
“Ini sebenarnya sudah dilakukan di daerah masing-masing. Kan kita sudah memberikan tentunya apa namanya, vaksin untuk disimpan di Dinas-Dinas Kesehatan,” jelas Menkes.
Diungkapkan Nila, pemerintah pusat akan turun tangan bersama dengan daerah untuk melakukan ORI. Alasannya, penanganan difteri ini hanya bisa dilakukan melalui imunisasi.
“Imunisasi, kita meningkatkan kekebalan tubuh kita. Supaya kita kebal jadi akhirnya walaupun ada kumannya, kita tidak akan terkena,” tambah Menkes.
Untuk diketahui, difteri merupakan suatu penyakit endemis yang sudah hadir sejak dulu. Penyakit ini takkan pernah hilang dan tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara di dunia juga mengalami masalah difteri seperti India, Bangladesh, dan Myanmar.
“Kalau daya tahan kita turun, kumannya ada, itu bisa jadi terjadi lagi penyakit difteri ini," ungkap Mekes.
Terkait status Kejadian Luar Biasa yang ditetapkan di beberapa kota, Nilai menjelaskan status itu bukan berarti difteri telah menjadi wabah. KLB dikeluarkan sebagai sebuah peringatan dini agar masyarakat waspada.
"Satu saja secara klinis kita menemukan kasus difteri, kita sebut KLB,” jelas Menkes.
Saat ini, pemerintah melalui PT Biofarma terus memproduksi vaksin dan proses distribusi diharapkan bisa dilakukan hingga Januari mendatang. “Semua juga yang belum pernah diimunisasi, tentu harus diimunisasi,” tuturnya. (Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya



Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan