6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Nunung (Foto: Kapanlagi.com)
Dream - Nunung membuat banyak orang kaget, terutama para penggemarnya. Tidak ada yang menyangka komedian pengocok perut itu memakai narkoba.
Mata publik semakin terbelalak mendengar keterangan polisi yang membeberkan pengakuan Nunung. Anggota grup lawak Srimulat itu tidak hanya sehari dua hari mengonsumsi barang haram itu, melainkan sudah 20 tahun!
Komedian bernama asli Tri Retno Prayudati ini mengaku baru lima bulan menggunakan sabu-sabu. Sebelumnya, belum diketahui jenis narkoba apa yang digunakannya.
Alasan utama Nunung menggunakan narkoba adalah karena ingin menjaga stamina saat bekerja.
Dikutip dari KlikDokter, sabu adalah golongan narkoba metamfetamin. Nama lain dari sabu adalah meth, “ kapur”, “ kristal”, “ es”, dan SS. Menurut dr. Andika Widyatama, sabu memiliki sifat adiktif, sehingga bila dikonsumsi akan menyebabkan ketagihan.

Metamfetamin ternyata dapat menyebabkan peningkatan kadar dopamin di dalam tubuh. Dopamin adalah senyawa yang berperan dalam pengaturan kesenangan, motivasi, hingga fungsi motorik tubuh.
Banyaknya dopamin yang dipicu oleh pemakaian sabu akan membuat sel otak terus aktif hingga menimbulkan efek bahagia.
Efek bahagia yang ditimbulkan memang akan bertahan dalam jangka waktu lama. “ Itulah mengapa, karena ada efek bahagia yang terus-menerus itu, penggunanya menjadi merasa lebih bertenaga dan bersemangat,” ujar dr. Andika.

Meski bisa untuk meningkatkan atau menjaga stamina, sabu juga turut membuat penggunanya mengalami penurunan daya tahan tubuh. Penyebabnya, metamfetamin dipercaya memengaruhi beberapa sel yang terlibat dalam sistem imunitas tubuh.
Misalnya, natural killer (NK), sel dendritic, monosit, makrofag, dan granulosit, sehingga sistem imunitas tubuh pengguna akan menurun.
Tak cuma itu, pemakaian sabu secara berlebihan dapat memicu kerja jantung dan pembuluh darah bekerja secara berlebihan. Alhasil, tekanan darah akan meningkat. Jika sudah parah, penggunanya bisa mengalami kejang hingga perdarahan pada otak.
Kejang dan perdarahan otak dipicu oleh peningkatan suhu tubuh (demam tinggi) pasca konsumsi sabu. Kabar buruknya, meski sudah lama tidak memakainya, efek samping dari sabu ini masih mungkin untuk dirasakan.
Selengkapnya baca di sini
Dream - Kabar soal penangkapan komedian Nunung karena penggunaan narkoba membuat kaget banyak orang. Sempat beredar kabar kalau salah satu pemain Srimulat ini baru saja menggunakannya selama 5 bulan.

Hal tersebut rupanya dibantah. Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn mengatakan, Nunung (NN) dan suami, July Jan Sambiran (JJ) awal menggunakan menggunakan narkoba lebih dari 20 tahun yang lalu.
" Diakui sudah awal penggunaan 20 tahun yang lalu dan JJ bahkan lebih, sekitar 24 tahun yang lalu," ujar Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu 21 Juli 2019.
Calvijn menerangkan, Nunung dan Sambiran mulai intensif memesan barang haram kepada Hadi Moheriyanto alias Hery pada lima bulan terakhir. Polisi menangkap pasangan selebritis itu berkat informasi dari Hery.
Meski demikian, polisi terus mendalami keterangan dari Nunung dan suami untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.
" Mungkin masih ada jaringan lain. Karena kami melihat dan mendalami bukan saja satu sumber yang mereka dapati," ucap dia.

Dari hasil penyidikan, Nunung menggunakan narkoba untuk meningkatkan staminanya demi menunjang aktivitas yang padat.
Akibat perbuatannya, Nunung dan suami terancam hukuman penjara di atas lima tahun.
" Sudah ditetapkan sebagai tersangka di hari pertama, karena ini kan tertangkap tangan ya, untuk ancamannya diatas 5 tahun," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
