Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Demi menghindari makanan digoren, sejumlah pelakon diet mensiasati olahan makanan dengan cara dibakar atau panggang. Biasanya bahan makanan seperti dagaing sapi, ayam atau seafood akan lebih menggoda jika dibakar atau dipanggang.
Tak sedikit pula menu restoran yang menyajikan makanan panggang atau bakar dalam menu mereka. Tapi tahukah anda, makanan yang diolah dengan cara dibakar atau dipanggang akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.
Pengolahan makanan dipanggang dapat memicu sel kanker aktif. Makanan yang dipanggang akan menyebabkan karsinogenik (zat yang menyebabkan penyakit kanker) pada permukaan makanan.
Menurut Direktur Konten Medis untuk American Cancer Society, Dr Ted Gansler, mengkonsumsi makanan dipanggang dalam jumlah berlebih akan meningkatkan risiko kanker. Hal itu juga berlaku jika anda mengolah bahan makanan seperti tumisan daging bersuhu tinggi.
Mengolah daging terlalu matang atau sampai gosong menimbulkan risiko lebih buruk. Karena suhu yang terlalu tinggi akan memecah asam, creatine amino dalam daging. Ketika ini terjadi, heterosiklik amina (HAS) dibentuk. HAS adalah kimia karsinogenik dan dihubungkan dengan kanker.
Namun bagi Anda peyuka steak atau makanan olahan panggang lainnya tak peru khawatir karena tak bisa mengkonsumsi makanan panggang. Anda tetap bisa mengkonsumsi makanan panggang namun pengolahannya dengan suhu rendah. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya