Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sagiran Dan Supiyati (Asia One)
Dream - Seorang ahli bedah dari Indonesia, Sagiran Sukardi, menjadi pusat perhatian dalam sebuah seminar yang digelar di Universitas Kebangsaan Malaysia. Dalam paparannya, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini mengaku telah mengeluarkan 2.000 paku dari tubuh seorang perempuan dari Pulau Sumatra, Supiyati.
“ Sebagai seorang ahli bedah, saya tidak percaya bahwa sakit disebabkan oleh sihir atau jin,” tutur Sagiran dalam forum bertajuk “ Jin dan Sihir dalam Pengobatan”, sebagaimana dikutip Dream dari Asia One, Senin 1 Desember 2014.
Dia menambahkan, kondisi Supiyati berada di luar logika medis. Sehingga dia melakukan terapi Islami untuk melengkapi pengobatan modern dalam mengobati perempuan berusia 25 tahun tersebut. Dia mengaku metode yang dia terapkan dalam mengobati Supiyati mulanya juga mendapat tentangan.
Sagiran tak hanya modal omongan. Dalam forum –yang diikuti oleh 75 persen di antaranya adalah dokter, psikiater, akadmisi, dan peneliti– itu, dia menunjukkan gambar hasil rongten pada luka Supiyati dan paku yang bersarang di bawah kulitnya.
Menurut dia, Supiyati dibawa ke rumah sakit pada September 2012. Pada operasi pertama, sebanyak 70 paku berhasil dikeluarkan dari kakinya. “ Yang mengejutkan, sehari setelah operasi saya menemukan paku di tempat yang sama. Waktu itu, saya tidak berpikir hal ini berkaitan dengan sihir,” ujar Sagiran.
Setelah berkonsultasi dengan kolega dan guru agama, Sagiran kemudian memutuskan untuk melakukan metode pengobatan Islam untuk menangani Supiyati. Dia mengatakan, dalam pengobatan itu dia mengawalinya dengan membaca ayat-ayat Alquran ketika membersihkan luka maupun saat Supiyati mengerang kesakitan.
“ Anda tidak bisa membayangkan ini tapi ada rambut dan paku di muntahannya,” tutur dia. Sagiran mengatakan, dengan penjelasan ini, maka jelas sudah bahwa diperlukan pendekatan holistik, termasuk spiritual dan agama, dalam pengobatan di rumah sakit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya