Deretan Sikap 'Toxic' Orangtua yang Bikin Anak Minder

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 4 September 2019 14:03
Deretan Sikap 'Toxic' Orangtua yang Bikin Anak Minder
Orangtua adalah pihak pertama yang berperan penting dalam membentuk mental anak.

Dream - Rasa kurang percaya diri dan selalu memandang rendah kemampuan sendiri, merupakan hal negatif. Kecenderungan ini juga seharusnya tak dimiliki anak-anak. Mereka justru harus mengembangkan rasa percaya dirinya agar menjadi pribadi bermental kuat.

Minder merupakan kondisi di mana seseorang bermental rendah diri, mudah khawatir dan cemas. Kondisi minder bisa dialami siapa saja baik itu orang dewasa atau anak-anak.

Rasa minder pada anak akan meningkat secara drastis ketika orangtuanya bersikap semena-mena dan banyak menyalahkan anak. Padahal, orangtua adalah pihak pertama yang berperan penting dalam membentuk mental anak ke depannya. Percaya diri atau tidaknya anak, ini tergantung besar pada pola asuh dan sikap orangtuanya.

1 dari 5 halaman

Kerap Dimarahi

Melansir dari laman Parents, anak yang sering dimarahi orangtua akan lebih rentan memiliki sikap minder. Anak yang serba salah di mata orangtua juga akan tertekan dan merasa rendah diri di hadapan orang lain termasuk teman-temannya.

Setiap orangtua pasti merasa sayang dan cinta ke anak. Saking sayang dan cintanya, tidak sedikit orangtua yang begitu mengkhawatirkan dan mencemaskan anak secara berlebihan. Tidak sedikit orangtua yang melarang anak melakukan berbagai hal yang ia suka karena rasa khawatir dan cemas tersebut. Padahal, terlalu berlebihan melarang anak melakukan segala sesuatu membuat anak rentan minder atau rendah diri.

2 dari 5 halaman

Tak membiarkan anak memilih

Orangtua yang tidak memberi kesempatan pada anak untuk menentukan pilihannya sendiri juga memungkinkan anak merasa minder. Anak yang terbiasa dipilihkan orangtua untuk pakaian, makanan, minuman, sekolah dan hal besar maupun kecil dalam hidupnya, besar kemungkinan akan sangat bergantung pada orangtua.

Saat anak dewasa dan harus memutuskan pilihannya sendiri, anak ini akan merasa kesulitan. Ia merasa minder saat harus berada di lingkungan baru tanpa orangtuanya. Termasuk sangat sulit membuat keputusan sendiri.

3 dari 5 halaman

Dituntut sempurna

Anak yang dituntut untuk melakukan segala hal dengan sempurna oleh orangtua juga rentan minder. Anak ini bahkan berisiko berbohong jika ia tak bisa menjadi pribadi sempurna seperti yang orangtua harapkan.

Saat orangtua juga tak bisa menjadi pendengar baik untuk anak-anaknya, ini akan membuat sang anak stres, depresi dan rendah diri. Agar anak percaya diri, selalu dampingi anak dengan penuh kesabaran. Biarkan anak melakukan hobinya selama hal ini positif. Jangan segan menasihati dan menegur anak jika ia berbuat salah. Semoga informasi ini bermanfaat.


Laporan Mimi Rohmitriasih/ Sumber: Fimela.com

4 dari 5 halaman

Ini Tandanya Saat Anak Sedang Tak Percaya Diri

Dream - Kepercayaan diri memang kadang berada di level tinggi, tapi ada kalanya sangat rendah. Hal ini sangat bergantung pada kondisi yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki, ketika menghadapi sebuah situasi.

Pada orang dewasa, mungkin bisa mencari cara untuk menutupi atau menyiasatinya dengan hal lain. Tapi bagi anak-anak, terutama di usia 9 hingga 15 tahun, level percaya diri yang tinggi sangat mereka butuhkan agar berkembang jadi pribadi yang matang dan memampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya.

" Jika Anda mendapati anak-anak dengan level percaya diri yang rendah bisa jadi karena ia terbiasa dalam lingkungan yang merendahkannya atau tak biasa diberi pujian dan motivasi. Coba perhatikan kebiasaan anak, jangan sampai membiarkannya jadi pribadi yang selalu merendahkan diri sendiri," kata Sanita Alli, seorang psikolog anak, dikutip dari Pop Sugar.

Tugas orangtua mengidentifikasi saat anak merasa sangat tidak percaya diri. Menurut Alli, ada kecenderungan yang dilakukan anak ketika level kepercayaan dirinya sangat rendah. Apa saja?

5 dari 5 halaman

Perhatikan 3 Tanda Ini

Tak bisa menerima pujian
Anak yang memiliki level kepercayaan diri rendah akan sulit menerima pujian. Misalnya, kita mengatakan 'wah, kakak pinter, PR-nya cepat selesai', lalu dia hanya merespons dengan menundukkan kepala, memutar matanya atau malah berkata 'tidak kok, di sekolah ada yang lebih pinter'. Cobalah lebih banyak berikan pujian untuknya, untuk hal-hal kecil. Pelukan hangat sebelum sekolah, dan ciuman di dahi sebelum tidur akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.

Malas menghadapi hal baru atau tantangan
Apakah anak Anda tak suka saat mencoba permainan baru? Atau sangat 'alergi' terhadap hal baru? Ini juga bisa jadi tanda kalau ia tak percaya kemampuan dirinya mencoba tantangan dan hal baru. Coba ajak ke tempat seru dengan kegiatan baru, misalnya camping keluarga, dengan banyak anak-anak yang juga baru pertama kali mencoba. Langsung 'menerjunkannya' bisa jadi cara agar ia lebih percaya diri.

Bereaksi negatif akan kemampuan dan penampilannya
Ini juga jadi tanda jelas, jika anak selalu membuat komentar negatif tentang dirinya. Misalnya, 'rambut aku jelek, tidak panjang', 'badanku gendut yah, jadi gak bagus pakai baju itu', 'rankingku tak pernah bagus, ah sudah lah'. Mungkin ini saatnya mencari kesukaan anak akan hal yang membuatnya berpikiran positif. Fokuslah untuk membuatnya jadi pribadi yang lebih positif, hindari menggunakan kata-kata merendahkan dirinya.

 

 

Beri Komentar