Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

PoIisi: Identifikasi Jenazah Teroris Mengarah ke Santoso

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 19 Juli 2016 19:18
PoIisi: Identifikasi Jenazah Teroris Mengarah ke Santoso
Boy berujar ada enam tahapan identifikasi untuk memastikan jenazah tersebut benar Santoso. Dari keenam tahapan tersebut, saat ini baru lima tahap yang sudah dijalankan.

Dream - Sekitar pukul 13.30 WITA jenazah terduga Santoso berhasil diterbangkan dari lokasi kontak senjata ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu menggunakan helikopter. Tim Disaster Victim Identification (DVI) langsung bekerja begitu jenazah tiba di Palu

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan jenazah sudah dilakukan langkah-langkah identifikasi.

" Jenazah terduga Santoso sudah dilakukan identifikasi," kata Boy di Mabes Polri, Selasa 19 Juli 2016.

Boy berujar ada enam tahapan identifikasi untuk memastikan jenazah tersebut benar Santoso. Dari keenam tahapan tersebut, saat ini baru lima tahap yang sudah dijalankan.

" Ada enam sebenarnya, tapi baru lima di antaranya pengenalan wajah dari kelompok yang tertangkap, kemudian ciri ciri tahi lalat di kanan tengah yang 0,7 cm kemudian juga berkaitan pemeriksaan ada bekas luka tembak paha terjadi tahun 2007," ucap dia.

Selain itu, ciri lainnya ada tahi lalat di bawah bibir sebelah kiri. Sementara ciri kelima berkaitan dengan sidik jari yang pernah diambil 2004.

" Memang mengarah pada Santoso, jadi dari sisi prosedur pelaksanaan tinggal yang belum dilakukan tes DNA saja," ujar dia.

Boy menjelaskan korban yang berhasil teridentifikasi lainnya adalah Mukhtar yang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

" Korban yang tewas satu lagi itu Mukhtar, dan identifikasinya sama seperti jenazah terduga Santoso, tinggal DNA juga," kata Boy.

Mantan Kapolda Banten itu mengatakan selama menjadi bagian dari jaringan teroris Santoso, Mukhtar sering melakukan aksi teror. Keduanya kerap bersama dalam latihan maupun merancang teror.

" Sama mereka aktivis teror, jadi kegiatan mereka latihan perencanaan begitu saja, jadi tidak lepas dari rencana teror dan latihan teror," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Operasi Tinombala Terus Berlanjut

Operasi Tinombala Terus Berlanjut © Dream

Dream - Jenazah teroris yang tewas dalam baku tembak dengan aparat gabungan Polri-TNI diduga merupakan pimpinan kelompok Poso, Santoso. Tim Disaster Victim Identification telah menjalankan proses identifikasi dan hasilnya jenazah tersebut identik dengan Santoso.

Meski begitu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan Operasi Tinombala belum akan dihentikan.

" Upaya untuk mengungkap akan terus dilakukan, proses operasi pencarian akan terus kami lakukan karena masih banyak kelompok Santoso yang kabur," kata Boy di Mabes Polri, Selasa, 19 Juli 2016.

Kelompok Santoso saat ini menjadi semakin lemah dan tersudut setelah pimpinan kelompok mereka Santoso dikabarkan tewas. Selain itu anggota kelompok mereka yang menyalurkan logistik sufah dilemahkan.

Mantan Kapolda Banten itu menjelaskan masih ada sekitar 18 sampai 20 orang kelompok Santoso yang masih tersisa.

" Estimasi sekitar 18 sampai 20 orang," ucap dia.

Perwira bintang dua itu berujar, meskipun kelompok Santoso mulai lemah, namun pihaknya akan terus mewaspadai setiap ancaman perseorangan.

" Antisipasi pengamanan terus kita waspadai, meskipun secara kuantitas mereka berkurang, namun kita tidak mengetahui kualitas mereka seperti apa," ujar Boy.

Beri Komentar