6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Sekitar pukul 13.30 WITA jenazah terduga Santoso berhasil diterbangkan dari lokasi kontak senjata ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu menggunakan helikopter. Tim Disaster Victim Identification (DVI) langsung bekerja begitu jenazah tiba di Palu
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan jenazah sudah dilakukan langkah-langkah identifikasi.
" Jenazah terduga Santoso sudah dilakukan identifikasi," kata Boy di Mabes Polri, Selasa 19 Juli 2016.
Boy berujar ada enam tahapan identifikasi untuk memastikan jenazah tersebut benar Santoso. Dari keenam tahapan tersebut, saat ini baru lima tahap yang sudah dijalankan.
" Ada enam sebenarnya, tapi baru lima di antaranya pengenalan wajah dari kelompok yang tertangkap, kemudian ciri ciri tahi lalat di kanan tengah yang 0,7 cm kemudian juga berkaitan pemeriksaan ada bekas luka tembak paha terjadi tahun 2007," ucap dia.
Selain itu, ciri lainnya ada tahi lalat di bawah bibir sebelah kiri. Sementara ciri kelima berkaitan dengan sidik jari yang pernah diambil 2004.
" Memang mengarah pada Santoso, jadi dari sisi prosedur pelaksanaan tinggal yang belum dilakukan tes DNA saja," ujar dia.
Boy menjelaskan korban yang berhasil teridentifikasi lainnya adalah Mukhtar yang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).
" Korban yang tewas satu lagi itu Mukhtar, dan identifikasinya sama seperti jenazah terduga Santoso, tinggal DNA juga," kata Boy.
Mantan Kapolda Banten itu mengatakan selama menjadi bagian dari jaringan teroris Santoso, Mukhtar sering melakukan aksi teror. Keduanya kerap bersama dalam latihan maupun merancang teror.
" Sama mereka aktivis teror, jadi kegiatan mereka latihan perencanaan begitu saja, jadi tidak lepas dari rencana teror dan latihan teror," ucap dia.
© Dream
Dream - Jenazah teroris yang tewas dalam baku tembak dengan aparat gabungan Polri-TNI diduga merupakan pimpinan kelompok Poso, Santoso. Tim Disaster Victim Identification telah menjalankan proses identifikasi dan hasilnya jenazah tersebut identik dengan Santoso.
Meski begitu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan Operasi Tinombala belum akan dihentikan.
" Upaya untuk mengungkap akan terus dilakukan, proses operasi pencarian akan terus kami lakukan karena masih banyak kelompok Santoso yang kabur," kata Boy di Mabes Polri, Selasa, 19 Juli 2016.
Kelompok Santoso saat ini menjadi semakin lemah dan tersudut setelah pimpinan kelompok mereka Santoso dikabarkan tewas. Selain itu anggota kelompok mereka yang menyalurkan logistik sufah dilemahkan.
Mantan Kapolda Banten itu menjelaskan masih ada sekitar 18 sampai 20 orang kelompok Santoso yang masih tersisa.
" Estimasi sekitar 18 sampai 20 orang," ucap dia.
Perwira bintang dua itu berujar, meskipun kelompok Santoso mulai lemah, namun pihaknya akan terus mewaspadai setiap ancaman perseorangan.
" Antisipasi pengamanan terus kita waspadai, meskipun secara kuantitas mereka berkurang, namun kita tidak mengetahui kualitas mereka seperti apa," ujar Boy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
